Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Jember: Prasangka Baik Jadi Kunci Kebangkitan dan Pemulihan Bangsa

Bupati Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menekankan perlunya berbaik sangka sebagai landasan untuk membangkitkan dan memulihkan kondisi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jember, pasca pandemi Covid-19.

‘Berprasangka baik kepada siapapun, sehingga hati ini bisa menyatu kepada siapapun juga. Saran dan kritik tetap boleh dilakukan, tapi memberikan satu solusi. Setelah memberikan solusi, mari kita bekerja bersama-sama. Itu yang paling penting esensinya,” kata Hendy, ditulis Kamis (18/8/2022).

“Tidak bisa kita mengkritik saja, tanpa memberikan solusi apapun. Tentu solusi bermacam-macam bentuk. Tidak harus maksimal, karena kita melakukan kolaborasi dengan siapapun untuk mempercepat kepulihan dan bangkit lebih kuat. Itulah makna kolaborasi dan sinergi kita,” kata Hendy.


Kolaborasi, akselerasi, dan sinergi menjadi visi pembangunan Bupati Hendy Siswanto dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, yakni ‘Wes Wayahe Mbenahi Jember dengan berprinsip pada sinergi, kolaborasi, dan akselerasi dalam membangun Jember’.

RPJMD memaksudkan kolaborasi sebagai kerjasama untuk menelurkan gagasan dan menyelesaikan masalah pembangunan Kabupaten Jember secara bersama-sama, menuju visi bersama dengan menggerakkan dan melibatkan banyak pihak. Tidak hanya keterlibatan pihak internalm namun juga melibatkan pihak eksternal, bahkan lawan untuk bersama-sama bangkit dan berlari mengejar ketertinggalan.

RPJMD mengamanatkan: ‘kemitraan pembangunan antar setiap kelompok pembangunan harus terjalin dengan baik. Selain itu, perumusan kebijakan pembangunan harus berbasiskan kearifan lokal dengan karakteristik seni budaya, kewilayahan, keagaamaan, dan dunia pesantren yang menjadi identitas Kabupaten Jember’.

“Kemitraan pembangunan antar setiap kelompok strategis seperti akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha harus terjalin untuk dapat mewujudkan upaya kolaboratif dalam membangun Jember. Modal sosial juga dapat dioptimalkan untuk menjadi pilar alternatif selain sumberdaya pemerintah,” demikian tercantum di RPJMD Jember halaman V-5.

Sementara dalam RPJMD, sinergi dapat diartikan keterpaduan kegiatan atau operasi gabungan atau sinergisme internal yaitu antar Organisasi Perangkat Daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengejar ketertinggalan. “Pembangunan Kabupaten Jember juga harus mengandung nilai sinergisme eksternal yang mana Pemerintah Kabupaten Jember juga harus dapat memberikan ruang inovasi dan kreatifitas para pihak pembangunan daerah, mengapresiasi dan mendukung kontribusi potensi keswadayaan “solutif” masyarakat, dan memadukan potensi pemerintahan desa dan pemerintahan Kabupaten.

Sementara akselerasi adalah upaya percepatan dalam mengejar ketertinggalan. Percepatan ini meliputi percepatan dalam merencanakan, mengeksekusi program dan kegiatan pembangunan Kabupaten Jember secara cepat dan tepat guna mengejar ketertinggalan-ketertinggalan pembangunan. Segala kemampuan, energi dan daya upaya dilakukan dengan kecepatan dan intensitas yang tinggi. [wir]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev