Politik Pemerintahan

Bupati Jember: Pencak Silat Kalau Cari Perkara di Jalan, Cari Negara Lain, Ini Bukan Zaman Purba

Bupati Hendy Siswanto (kanan) dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto akan mengumpulkan semua perguruan silat di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ia ingin situasi di Jember kondusif.

“Intinya, pencak silat apapun bela diri semua harus kondusif. Tidak boleh tarung di jalan, liar, seenaknya sendiri. Ini bukan negara apa ini. Ini bukan zaman purbakala. Kami harus tegas. Siapapun (perguruan) pencak silatnya, kalau cari perkara di jalan ya sudah bukan di sini tempatnya. Cari negara lain saja. Bukan di Jember,” kata Hendy, Sabtu (29/5/2021).

“Terus terang, saya serius di sini. Kita ingin negara ini tenang. Cari makan susah. Ekonomi kita sedang jatuh, kok main-main macam-macam. Terus terang, saya minta teman-teman semua kasih tahu siapapun itu. Tidak ada back up siapapun. Kita harus kondusif di Jember. Tolong, kita sedang serius menangani Covid, kok malah tambah main-main. Saya tidak mau seperti itu,” kata Hendy.

Sebelumnya, Kamis (27/5/2021), digelar pertemuan di gedung DPRD Jember menyusul terjadinya sejumlah aksi penganiayaan oleh anggota perguruan silat terhadap warga dan anggota perguruan silat lainnya. Data kasus di kepolisian juga sudah menunjukkan angka yang menggelisahkan: sepanjang 2021, ada 10 kasus penganiayaan yang dilakukan anggota perguruan silat.

Pertemuan diikuti Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, jajaran pimpinan DPRD Jember, Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin, Wakil Ketua PCNU Ayub Junaidi, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Agus Supaat, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jono Wasinuddin, dan Ketua Perguruan Silat Pagar Nusa Fathurrozi.

Dalam rapat ini dihasilkan empat poin kesepakatan untuk mencegah konflik antaranggota perguruan silat di Jember lebih lanjut. Pertama, jika aksi penganiayaan terulang kembali dan dilakukan anggota perguruan silat di Jember, maka oknum/pelaku penganiayaan, pengeroyokan dan semacamnya akan ditindak sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Kedua, Pemerintah Kabupaten Jember akan memberikan sanlcsi sesuai ketentuan yang berlaku terhadap pelanggaran berulang-ulang, yaitu maksimal pembekuan organisasi. Ketiga, Polres Jember akan menindak tegas dan terukur tindakan premanisme dan bentuk kriminalitas lainnya.

Berikutnya, dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan perguruan silat di Kabupaten Jember, semua pihak sepakat akan menjunjung tinggi sportivitas, kesetiakawanan, dan budaya luhur bangsa Indonesia. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar