Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Jember Makan Malam dengan Sandiaga Uno, Bahas JFC dan Desa Wisata

Bupati Hendy Siswanto (kiri) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mengungkapkan pertemuan informalnya dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno baru-baru ini di Kabpaten Jember, Jawa Timur.

“Bang Sandiaga mampir ke Jember untuk makan malam, Sabtu (18/9/2021). Kunjungan beliau tidak resmi, karena memang lewat Jember, mau makan malam lalu menghubungi saya. Yang pasti saya temani,” kata Hendy, Rabu (22/9/2021).

Hendy didampingi anggota tim ahli dan anggota Komisi A DPRD Jember Try Sandi Apriana. “Bang Sandiaga menyampaikan akan ada kunjungan resmi pada November 2021 bersamaan dengan acara Jember Fashion Carnaval (JFC). Harapannya, ada peserta luar negeri yang bisa hadir, Mudah-mudahan ada kebijakan pemerintah, wisatawan dari luar bisa mudah masuk Indonesia lagi. Kalau sekarang masih diperketat karena ada varian Covid baru yang sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Jika ternyata tidak bisa mengundang peserta luar negeri, menurut Hendy, JFC bisa digelar secara hibrida yakni kombinasi daring dan luring. “Bang Sandi akan tetap hadir di Jember. Nanti kami akan diminta merepresentasikan program pariwisata jangka panjang di Jember. Dalam kondisi Covid seperti apa, setelah Covid seperti apa,” kata Hendy.

Menurut Hendy, Sandiaga akan membantu program-program seni budaya di Jember. “Memang dengan adanya pandemi Covid ini, program agak sedikit tersendat. Yang diharapkan di setiap desa, (usaha) menuju desa wisata sudah mulai dilakukan sekarang,” katanya.

Hendy sedang menyiapkan sepuluh desa wisata percontohan. “Tapi masih dalam bentuk perencanaan, belum diimplementasikan. Kami pakai konsultan untuk melakukan perencanaan desa wisata, dan melakukan pelatihan-pelatihan. Harapannya setiap desa menjadi desa wisata betul,” katanya.

Hendy menyampaikan hal ini kepada Sandiaga. “Saya membuat program satu desa satu lagu dan satu desa satu tarian. Jadi desa punya lagu dan tarian. Ketika masuk ke sebuah desa ada sambutan lagu dan tariannya. Termasuk kami akan mengangkat semua potensi lokal, seperti potensi usaha mikro kecil menengah dan pertanian. Mau makanan, pakaian, batik, infrastruktur saluran air yang bagus, pertanian, mau melihat kuliner di sawah, semua ada. Jadi ada kearifan lokal yang bisa dikunjungi. Itu akan dikuatkan teman-teman Kementerian Parekraf,” katanya.

Hendy mencontohkan para perajin buah tangan di Kecamatan Balung yang bekerjasama dengan salah satu pemerintah daerah di Bali. Perajin Balung menyuplai bahan mentah kerajinan tangan. “Di Bali kemudian dicat dan dilukis, jadi lebih mahal. Kenapa kok mengecatnya di Bali, bukan di Jember. Jadi harga jualnya sudah tinggi,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar