Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Jember Larang PHK Karyawan PD Perkebunan Kahyangan

Bupati Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto melarang jajaran direksi yang baru dilantik melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap para karyawan Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Kita punya karyawan 1.800 orang. Ini tidak boleh diberhentikan. Saat ini mereka baru digaji 75 persen. Kalau Anda (direksi) bisa menggaji 100 persen saja, normal saja, itu sudah catatan bagus,” kata Hendy.

Hendy menyadari posisi keuangan PDP Kahyangan benar-benar terpuruk. Jadi ia tak akan menuntut terlalu banyak. “Menurut saya, bisa membayar gaji karyawan seratus persen saja sudah istimewa,” katanya.

Namun Hendy meminta direksi PDP Kahyangan agar tetap berupaya memberikan sumbangsih terhadap pendapatan asli daerah (PAD). “Berapapun sudah. Rp 1 miliar itu sudah keren,” katanya.

Sebagai pemilik perusahaan daerah, Bupati Hendy akan mengevaluasi kinerja tiga direktur baru secara berkala setiap tiga bulan. Mereka bisa langsung diberhentikan jika memang tidak bisa bekerja dengan baik menurut evaluasinya. “Tiga bulan nadanya serong kiri, serong kanan tidak jelas, (saya bertanya) sanggup sampeyan diberhentikan? (Mereka mengatakan) sanggup, Pak,” katanya.

Hendy juga berpesan agar direksi bisa mencegah pembalakan kayu liar atau pencurian tanaman milik PDP. “Saya menyampaikan, PDP ini sebenarnya surplus kalau dikelola dengan baik. Tapi karena lima tahun lalu tidak ada pengembangan bibit baru, tanaman yang kita miliki sudah tua. Untuk berproduksi lagi repot. Kita harus tanam baru lagi untuk lima tahun,” kata Hendy.

Hendy mengatakan, Moh. lzmaul Haqqi sebagai Direktur Produksi, Pemasaran dan Pengembangan akan menjadi kunci pengembangan tanaman PDP. “Tugas dia pengembangan produksi dan pemasaran. Saya pesan ke Pak Izmaul, jaga masyarakat sekitar agar mereka merasa memiliki, sehingga illegal logging tidak terjadi,” katanya.

“Kedua, kita punya tanaman kopi organik di Kebun Gunung Pasang sekitar 100 hektare dikembangkan, ditambah peternakan penggemukan sapi dan susu. Jadi (ada potensi) wisata dan edukasi. Di sana bisa menjadi satu-satunya integrasi antara perkebunan, peternakan, edukasi, dan wisata,” kata Hendy. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar