Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Jember ke PWI : Kebijakan Ibarat Pohon, Kritisi Rantingnya Jangan Ditebang

Bupati Hendy Siswanto (kiri) dan Ketua PWI Jember Sugeng Prayitno

Jember (beritajatim.com) – Bupati Jember, Hendy Siswanto, meminta anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Caranya dengan menulis berita yang berimbang dan proporsional.

Permintaan ini dikemukakan Hendy saat menjumpai Pengurus PWI Jember Periode 2022-2025 di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis (9/6/2022) malam. Dia mempersilakan PWI mengkritisi setiap kebijakan pemerintah.

“Saya ibaratkan kebijakan itu pohon. Silakan kritisi rantingnya, jangan dipotong pangkalnya. Pohon tetap berdiri dan tumbuh tapi tampilannya dikontrol,” katanya.

Ranting jadi istilah yang dipilih Hendy untuk mengibaratkan teknis pelaksanaan kebijakan. Sedangkan pangkal pohon adalah inti dari kebijakan yang diterapkan.

Selama satu tahun lebih memimpin Jember, Hendy tak pernah mempersoalkan kritik tajam yang diarahkan kepadanya. “Sampai hari ini saya tidak pernah meng-counter apa-apa di semua pemberitaan. Saya berfokus pada bekerja, bekerja, bekerja,” katanya.

Hendy menyebut sejumlah kritik terhadapnya yang dimunculkan dalam pemberitaan-pemberitaan adalah bagian dari dinamika pemerintahan. Ia merasa PWI dan pemerintah memiliki tujuan dan miusi yang sama.

“Saya melihat PWI targetnya memberikan edukasi dan informasi akurat kepada masyarakat,” katanya. Dalam hal ini, ia merasa terbantu jika informasi akurat disampaikan kepada masyarakat karena bisa menjernihkan persoalan.

Namun Hendy meminta agar jurnalis tidak hanya memberitakan kritik tapi juga keberhasilan, capaian, dan program-program yang tengah dilakukan pemerintah. “Yang bagus di-blow up, yang jelek dikritisi. Banyak program kerja yang kami lakukan dan dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang butuh di-blow up,” katanya.

“Kami perlu support agar ada dinamika internal. Pemkab Jember tak akan pernah meninggalkan PWI, dan PWI tidak boleh meninggalkan pemkab, harus ada semangat kolaborasi,” kata Hendy.

Hendy kemudian menjelaskan sejumlah program kerjanya, antara lain penertiban tambak di sempadan pantai selatan dan tambang batu kapur Gunung Sadeng. Ia saat ini tengah mengupayakan dibangunnya tambak modern dan didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nantinya, seluruh tambak di sempadan pantai selatan Jember akan ditertibkan karena melanggar aturan. Mereka akan diajak bekerjasama dalam tambak modern dalam area 200 hektare.

Sementara itu, untuk penertiban penambangan batu kapur di Gunung Sadeng, Hendy menegaskan hanya ingin menambah pendapatan asli daerah. “Kalau untuk pencitraan saja, Gunung Sadeng saya biarkan. Tapi saya akan merasa berdosa kalau membiarkan itu. Itu barang milik daerah. Saudara-saudara saya di sekitar Gunung Sadeng belum pernah mendapat manfaat, padahal pagi, siang, malam menghirup debu (penambangan),” katanya.

Terakhir, Hendy meminta agar PWI membantu agar penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur di Jember berjalan sukses. Ada pertandingan 18 cabang olahraga diselenggarakan di Jember. “Mohon dukungan teman-teman agar kita menjadi juara. Selain itu tolong usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga di-blow up agar perekonomian bergerak,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi mengatakan, amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik membuat pemerintah daerah membutuhkan sinergu dengan PWI. “Tujuannya dalam rangka menyajikan informasi yang objektif kepada masyarakat Jember,” katanya bersemangat.

Itqon sangat berharap PWI Jember terus berkarya sesuai kaidah-kaidah jurnalistik. “Dengan tetap mengedepankan kritisisme yang konstruktif sehingga bisa berperan aktif dalam turut serta membangun Jember,” katanya. [wir/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar