Politik Pemerintahan

Bupati Jember: Kalau Pejabat Takut, Bubar Negara Ini

Bupati Hendy Siswanto

Jember (beritajatim.com) – Sejak penunjukan pejabat pelaksana tugas organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jember pada 12 Maret 2021, Bupati Hendy Siswanto melihat banyak pejabat yang tak bekerja maksimal. Indikasinya dari rendahnya serapan APBD 2021 hingga Juli 2021, yakni sekitar 20 persen lebih.

Hendy mengatakan, salah satu yang membuat kerja para pejabat tak maksimal karena takut diganti. “Padahal saya sudah ngomong: Pak, anda tidak akan diganti kalau bekerja benar. Tidak ada yang mau mengganti anda,” katanya.

“Sekarang memang dalam (masa) penilaian. Tapi anda tidak usah ragu-ragu. Kata siapa pelaksana tugas tidak boleh tanda tangan (dokumen). Perintah bupati. Yang tanggung jawab bupati, mau apa? Wong terakhir anda juga tidak bertanggung jawab. Yang bertanggung jawab saya selaku bupati,” kata Hendy.

Hendy memerintahkan kepada para pejabat OPD untuk tidak takut melakukan lelang proyek, dan tetap mengikuti regulasi. “Siapapun pemenangnya, anda tidak usah ngurus. Yang penting sesuai regulasi, tidak usah takut. Kalau takut, bubar negara ini,” katanya.

Hendy mengingatkan, APBD berfungsi sebagai stimulus ekonomi. “Kalau anda takut, yang ditakutkan apa? Anda mengerti atau anda tidak bisa menjalankan? Selama mengikuti aturan yang ada, running sudah,” katanya.

Jika ada yang menuding sebuah lelang berbau kolusi, menurut Hendy, tudingan itu harus dibuktikan. “Kalau kolusi buktikan. Tendernya terbuka. Kalau anda mau bersaing, silakan kejar harga yang murah sekalian. Nanti kita cek kualitasnya bagus atau tidak, dokumennya jelas, diperiksa BPK aman atau tidak,” katanya.

Hendy juga sudah menegaskan kepada para kepala OPD bahwa tidak ada titipan pemenang proyek darinya. “Tidak ada titip-titipan. Silakan saja tunjukkan (kalau ada) titipan bupati. Saya sudah bebaskan semua, perizinan-perizinan silakan. Yang saya minta cepat-secepatnya. Kalau tidak (bekerja) cepat, anda saya ganti. Saya tidak hanya butuh (kepala OPD) pintar, saya juga butuh cepat (dalam bekerja) supaya uang (anggaran) terserap segera,” katanya.

“Saya butuh cepat agar anggaran terserap segera. Besok 17 Juli 2021 saya ketemu lagi dengan teman-teman (pejabat OPD). Kemarin, bahasa ini, saya katakan seperti ini pada 17 Juni. Mudah-mudahan jika satu minggu ini tender berjalan, sudah bisa (tanda tangan) kontrak, (rekanan) bisa ambil uang muka, (serapan anggaran) bisa langsung naik,” kata Hendy. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar