Politik Pemerintahan

Bupati Jember: GTT-PTT Di-SK-kan, Jangan Ada Pungli

Bupati terpilih Hendy Siswanto dan Wakil Bupati terpilih Firjaun Barlaman

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto memutuskan untuk mengganti surat penugasan (SP) dengan surat keputusan (SK) bagi ribuan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di sektor pendidikan.

Selama masa pemerintahan Bupati Faida, ribuan GTT dan PTT sektor pendidikan mendapat surat penugasan. Padahal mereka menginginkan agar mendapat SK agar lebih jelas status kerjanya. Aksi unjuk rasa terjadi beberapa kali, karena para guru dan pegawai honorer itu menuntut perbaikan nasib dan penerbitan SK. Namun Bupati Faida bergeming dan memilih tetap menerbitkan SP.

“Pada Desember (2020) kemarin, SP teman-teman habis masa berlakunya. Digeletakno ngono tok (Ditaruh begitu saja, red). Ini yang membuat saya agak menyesalkan. Teman-teman kan bekerja. Tidak mungkin (masa berlaku) SP habis pada Desember lalu dibiarkan begitu saja. Ini siapa juragannya? Padahal GTT-PTT ini bekerja terus, tidak ada yang libur,” kata Hendy, Senin (29/3/2021).

Mereka tidak menerima gaji selama dua bulan. “Ada yang mengatakan ini SP sudah tidak berlaku. Lho memangnya karena tidak berlaku terus dibuang begitu saja? Tidak bisa dong. Ini harus di-SP-kan lagi atau diganti dengan SK. Saya tidak suka dengan SP. Harus kita SK-kan,” kata Hendy.

Mengapa Hendy memilih memberikan SK daripada SP? “Orang itu perlu kejelasan. Kalau surat penugasan kan tidak jelas. Sekarang saya pemerintah membuat P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Itu kan jelas: kontrak. Orang harapannya (mendapat status yang) jelas. Bukan digantung-gantung. Ini hak mereka harus diberikan. Apalagi GTT-PTT yang sudah bekerja selama 15 tahun, 17 tahun, masa di-SP terus. Kan tidak mungkin,” katanya.

“Maka kami berikan SK. Toh SP dan SK tidak ada perbedaan signifikan. Meyakinkan saja bahwa mereka SK-nya berlaku, (menjadi) kebanggaan untuk mereka semua. Makanya saya serahkan ke Dinas Pendidikan. Silakan tanda tangan sendiri. Tapi saya titip, tolong jangan main-main dengan SK GTT-PTT. Kalau ada yang bermain-main, saya tidak akan toleransi,” kata Hendy.

“Tidak boleh sama sekali ada pungutan. Kalau ingin bersyukur, silakan saja mau ngasih, ada anak yatim-piatu itu. Berikan ke sana. Ada Baznas (Badan Amil Zakat Nasional). Masukkan ke sana uangnya. Sedekahkan ke sana. Ini Ramadan. Silakan. Tanda syukur ke Gusti Allah,” kata Hendy. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar