Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Jember Berdebat dengan Kelompok Sadar Wisata

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto terlibat perdebatan dengan sejumlah orang warga yang mengaku anggota kelompok masyarakat sadar wisata (pokdarwis) saat melakukan inspeksi mendadak di Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (26/9/2021).

Hendy sebenarnya melakukan inspeksi mendadak ke Desa Kepanjen untuk menertibkan tambak-tambak yang dibangun di sempadan pantai. Namun ia terkejut saat mengetahui ada jembatan bambu sepanjang kurang lebih 25 meter yang menghubungkan daratan dengan Pulau Macema (Mangrove Cemara Mayangan). Pulau Macema adalah semacam daratan seluas kurang lebih 15 hektare yang dipisahkan oleh sungai dengan daratan utama di Kecamatan Gumukmas, dan di sana ditumbuhi mnagrove dan pohon cemara.

Dua pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Jember sedang menginventarisasi lahan pesisir dan mengajukan hak pengelolaan lahan (HPL) kepada Badan Pertanahan Nasional. Camat Gumukmas Bobby Ari Sandi mengatakan, lahan itu memiliki kerawanan konflik antarwarga Desa Mayangan dan Kepanjen. Dua belah pihak sama-sama mengklaim penguasaan Macema untuk destinasi wisata.

“(Hak pengelolaan lahan) lokasi itu sudah diproses oleh BPN dan bupati menunggu kepastiannya sebelum mengeluarkan anggaran untuk kegiatan tempat wisata di sana. Tentunya dengan melibatkan masyarakat, termasuk pokdarwis,” kata Bobby, Senin (27/9/2021).

Hendy mengatakan Pemerintah Kabupaten Jember agar mengelola lokasi itu untuk kepentingan seluruh warga. “Saya minta pengertian Sampeyan, bahwa Sampeyan ini tidak ada izin. Makanya kita mau atur,” katanya.

Pria asal Kampung Ledok ini tak ingin ada konflik antarwarga. Ia memerintahkan pokdarwis yang membangun jembatan itu untuk membongkarnya. “Bongkar iki. Kita atur, diatur kanggo Sampeyan, guduk kanggo aku,” katanya.

Namun salah satu warga masih bersikukuh. “Kita diatur bupati malah syukuran. Tapi tolong masalah pembuatan jembatan ini biarkan sementara seperti ini dulu, karena mulai kemarin-kemarin wilayah Kepanjen mau mengeklaim wilayah kita,” katanya.

Warga mengatakan, ada klaim antarwarga atas hak pengelolaan wisata di Macema. “Tolong jelaskan wilayah Kepanjen dan Mayangan,” katanya.

Hendy menegaskan semua akan ditertibkan. “Kemarin saya ke sini, sebelum jembatan ini dibangun. Kenapa tidak lapor sama saya? Kenapa Sampeyan tidak izin? Apa Sampeyan yang hebat nang kene? Saya mengatur ini untuk rakyat semua. Akeh wong melarat nang Jember, Mas, sing ngatur aku, supaya sing melarat iku yak opo iso makmur,” kata Hendy.

Hendy meminta warga agar mengajukan izin jika melakukan kegiatan di atas lahan negara. “Jember iki akeh penduduke. Nek Sampeyan mikir nang kene tok, pendudukku sing lain terus yak opo? Iki Sampeyan nggawe perkara,” katanya.

Hendy meminta kepada warga agar tidak semaunya sendiri. “Ojo kardi (kareppa dibik, semaunya sendiri). Iki sama-sama orang Jember di sini. Tolong, saya ingin tetap membangun pesisir pantai, karena banyak orang miskin di sini,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar