Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Jember akan Belajar dari Lumajang Soal Perhutanan Sosial

Bupati Hendy Siswanto (pojok kiri), Kepala BPSKL Ojom Sumantri, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi

Jember (beritajatim. com) – Bupati Jember Hendy Siswanto akan menjumpai Bupati Lumajang Thoriqul Haq untuk mempelajari pelaksanaan program perhutanan sosial. Ada ratusan ribu rumah tangga petani di Jember yang tinggal di kawasan hutan yang membutuhkan sentuhan pemerintah daerah.

Rencananya Hendy akan bertemu Thoriqul pada 1 Desember 2021 dalam sebuah acara di Surabaya, Jawa Timur. “Saya akan ajak teman-teman organisasi perangkat daerah untuk melakukan studi tiru. Saya tidak akan malu meniru yang baik dan menjadi role model. Cak Thoriq sudah menjadi role model perhutanan sosial,” katanya, dalam acara di Kantor Badan Perhutanan Sosial dan Kemitraan lingkungan, Kabupaten Badung, Bali, Senin (29/11/2021).

Sebanyak 323 ribu rumah tangga petani Jember tinggal di 51 desa kawasan sekitar hutan dan 257 ribu di antaranya rumah tangga petani gurem. “Pemkab harus hadir. Dengan adanya undang-undang dan peraturan pemerintah, tentu membuka peluang bagi kami untuk men-create warga kami di wilayah kehutanan,” kata Hendy. Pemkab Jember memiliki banyak program untuk menuntaskan kemiskinan.

Hendy belum bisa mempercayai posisi Kabupaten Jember sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak kedua di Jawa Timur. Padahal Jember memiliki lahan yang subur.

Hendy menyebut Jember tak ubahnya potongan kecil surga. “Kalau Jember kurang bersyukur, itu salah. Ada 15 ribu hektare kopi belum diapa-apakan. Alhamdulillah dengan dasar hukum perhutanan sosial, ada tiga dasar hukum, kami insya Allah akan pacu di situ. Kami akan segera ke Cak Thoriq (Bupati Lumajang Thoriqul Haq),” katanya.

Hendy meminta bantuan Perhutani untuk bisa melegalkan aktivitas kehutanan sosial, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020, Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021, dan Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2021. Ada surat keputusan permohonan 18 kelompok tani yang belum ditandatangani oleh Perhutani.

“Mohon bantuan. Apabila mereka kurang dokumennya, kami siap membantu. Tagihkan kepada saya saja. Nanti kami akan panggil. Ini demi masyarakat Jember. Kami siap menjadi bemper,” kata Hendy. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati