Politik Pemerintahan

Bupati Hendy Warisi Peningkatan Kemiskinan dan Tiga Besar Gizi Buruk

Grafik kemiskinan di Kabupaten Jember

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto mewarisi peningkatan angka kemiskinan dan kondisi gizi buruk (stunting) dari Pemerintahan Kabupaten Jember, Jawa Timur, periode sebelumnya. Gubernur Khofifah Indar parawansa meminta Hendy bisa segera mengatasinya.

Prevalensi stunting atau gizi buruk di Kabupaten Jember pada 2019 adalah 37,94. “Tinggi sekali. (Prevalensi stunting) Jawa Timur 26,86,” kata Khofifah, saat memberikan pidato sambutan dalam sidang paripurna serah terima jabatan kepala daerah dari Pelaksana Harian Bupati Hadi Sulistyo kepada Bupati Hendy Siswanto di gedung DPRD Jember, Selasa (2/3/3021).

Jember berada di peringkat ketiga prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur. Peringkat pertama adalah Kabupaten Probolinggo dengan prevalensi 54,75 dan Kabupaten Trenggalek dengan prevalensi 39,88. “Ini serius. Saya ingin sampaikan ini serius,” kata Khofifah.

Begitu seriusnya, Khofifah bercerita bagaimana sempat bertemu dengan salah satu direktur Unicef (lembaga perlindungan anak-anak yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa) saat masih menjadi Menteri Sosial. Perwakilan tersebut menyampaikan data gizi buruk di Indonesia. Khofifah meminta kepada perwakilan Unicef itu untuk bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla. Khofifah juga meminta agar ada rapat dengan Menteri Pendidikan dan Menteri Kesehatan.

Keseriusan menangani gizi buruk pula yang ingin ditularkan Khofifah kepada Hendy. “Angka 37,94 jauh di atas rata-rata nasional dan Jawa Timur. Mohon ini mendapatkan prioritas,” katanya.

Tak hanya angka gizi buruk. Tingkat kemiskinan di Jember juga disorot Khofifah. Tahun 2020, sebanyak 247.990 orang warga Jember dinyatakan miskin atau 10.09 persen. “Sesungguhnya masih di bawah angka rata-rata provinsi Jawa Timur. Tapi ada kenaikan dibandingkan tahun 2019. Ada kenaikan pada masa pandemi Covid-19,” kata Khofifah. Tahun 2019, tingkat kemiskinan di Jember 9,25 persen atau 226.570 jiwa.

Khofifah menyarankan kepada Hendy agar mempercepat pembukaan lapangan kerja dan penyaluran bantuan sosial, terutama bantuan PKH (Program Keluarga Harapan). “Tolong dicek sungguh-sungguh, karena mulai kemarin Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) dari BPS (Badan Pusat Statistik) turun lagi. Jadi kalau ada data kemiskinan diluncurkan pada bulan September, itu data dari hasil susesnas yang kemarin turun,” katanya. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar