Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Hendy Ditegur Khofifah Gara-gara Info Kedaluwarsa Soal Nenek Makan Rumput di Jember

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto ditegur Gubernur Khofifah Indar Parawansa gara-gara viralnya informasi seorang nenek yang makan rumput di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Padahal informasi ini adalah informasi kedaluwarsa yang muncul pada 2017 saat masa pemerintahan Bupati Faida.

Teguran dari gubernur ini terungkap dalam acara podcast Ngopi Budaya, di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (15/1/2022) malam. Ngopi Budaya adalah acara podcast yang menghadirkan Bupati Hendy sebagai host. Di edisi kedua ini, hadir dua narasumber yakni Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur Arief Rahman dan Dwi Eko Lokononto yang akrab dipanggil Luki dengan tema bahasan ‘Virus dan Viral’.

Informasi soal Rokayah (70), warga Dusun Krajan B, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, yang makan rumput ini kembali beredar di media sosial pada Desember 2020. Padahal, menurut catatan beritajatim.com, informasi ini sudah diberitakan media massa arus utama pada awal Maret 2017. Pemerintah juga sudah menanganinya saat itu.

“Saya sempat dimarahi Pak Bupati (gara-gara informasi yang viral itu),” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Sigit Akbari.

Hendy langsung menyambar. “Ternyata Pak Bupati dimarahi Ibu Gubernur,” katanya, disambut tawa hadirin.

“Jadi ini korban medsos,” sahut Lokononto, tertawa.

“Kebetulan ketika gubernur marah-marah, saya bersama Kepala Dinas Infokom. ‘Bagaimana ini, Mas, ada nenek-nenek makan rumput’. Saya tidak bisa menjawab,” tambah Arief.

Usai acara, kepada wartawan Hendy menjelaskan, awalnya tidak tahu jika ada informasi itu. “Tahunya saya dari media, kok ada seperti ini. Saya sempat terkaget-kaget, kok ada seperti ini di Jember. Saya paling berdosa kalau terjadi ini. Tapi setelah kami konfirmasi lagi, ini ternyata berita lama,” katanya.

“Saya sempat agak marah, kesal kepada teman-teman OPD (Organisasi Perangkat Daerah), kenapa kok ini tidak diurus. (Mereka mengatakan) ini lama, Pak, Namun ya sudah telanjur viral ke mana-mana. Saya juga sempat ditegur Ibu Gubernur: ‘Kok sampai terjadi seperti itu? Anda di mana?’,” kata Hendy.

Hendy menganggap ini pengalaman menarik. “Ini adalah masyarakat Jember yang perlu kita selalu berikan edukasi, sosialisasi, perlu kita turun berikan pengertian. Mungkin ini pembelajaran, esensi keterbukaan seperti apa. Tentunya ini bagian dari tanggung jawab kami memberi edukasi kepada masyarakat Jember. Lambat laun masyarakat paham, tidak serta-merta menerima kabar viral langsung di-yes, masih perlu klarifikasi,” katanya.

Menanggapi itu, Arief Rahman mengatakan, kecepatan dalam menginformasikan sesuatu menjadi problem sekaligus kekuataan saat ini. “Literasi digital menjadi salah satu yang sangat urgen. Itu bisa dilakukan di Jember karena di sini banyak perguruan tinggi,” katanya.

Lokononto menyarankan kepada Bupati Hendy agar tak meninggalkan media massa arus utama. “Bapak menghadapi pekerjaan berat menghadapi hoaks, dan itu hanya bisa dilakukan jika berteman dengan media mainstream,” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar