Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bupati Gresik Gus Yani Beri Motivasi Santri di Tengah Pandemi

Gresik (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan 18 bulan sangat berpengaruh bagi sektor pendidikan. Termasuk pendidikan di pondok pesantren. Sebab pandemi membuat para santri tidak hanya dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru melainkan juga dengan kebiasaan baru.

“Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pendidikan menjadi persoalan serius yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Sebab, sistem pembelajaran daring dinilai memang tidak cukup efektif,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), Rabu (11/08/2021).

Gus Yani menjelaskan tantangan dunia pendidikan saat ini luar biasa. Dirinya takut ketika menghadapi situasi ini generasi ke depan seperti apa. Pasalnya, kuatir akan mengalami generasi yang kosong karena belum terbiasa pendidikan daring.

Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengatakan, saat ini yang masih menerapkan proses belajar tatap muka hanya di pesantren. Tentunya, hal itu menuntut para santri untuk lebih giat.

“Pendidikan di pesantren harus benar-benar dioptimalkan. Untuk menjadi generasi muda dengan terus berkarya dan bermanfaat. Tentunya juga wajib menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Pengawas Yayasan Sekolah Alquran Sunanul Muhtadin Chalimatus Sa’diyah menuturkan, ini merupakan tahun pertama proses belajar mengajar di SMP Al Maajid yang ada di Ponpes Sunanul Muhtadin.

“Karena menjadi pilot project ini harus berhasil,” ujarnya.

Dosen Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta itu juga mengingatkan para guru agar bisa mengajar dengan penuh keikhlasan. Sebab, tahun pertama ini akan sangat menentukan keberlanjutan dan juga menjadi rujukan.

“Kita harus memberikan yang terbaik. Anggap mereka anak-anak kita sendiri yang kita didik dengan penuh kasih sayang,” pungkasnya. [dny/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar