Politik Pemerintahan

Bupati Faida Tinjau Lokasi Jalan Ambrol, Warga Teriak ‘Wes Wayahe’

Bupati Faida dan Dandim Jember melakukan sidak pasca ambrolnya Jalan Sultan Agung

Jember (beritajatim.com) – Bupati Faida meninjau lokasi ambrolnya Jalan Raya Sultan Agung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (2/3/2020). Akibat ambrolnya sebagian jalan di sisi selatan, ada tujuh rumah toko yang termasuk dalam Jompo Shopping Center yang roboh ke sungai yang melintasi bawah jalan.

Dalam kunjungan itu, Faida disambut teriakan warga sekitar. ‘Wes wayahe, Bu. Wes wayahe,” teriak beberapa warga. ‘Wes wayahe mbenahi Jember’ adalah slogan milik Hendy Siswanto, salah satu kandidat bupati Jember, dalam pemilihan kepala daerah tahun ini. Kebetulan lokasi ambrolnya jalan tersebut tepat di seberang toko pakaian Rien Collection milik Hendy.

Faida mengatakan, sudah melakukan rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sebelum meninjau lokasi. “Karena memang dari kemarin sudah kami agendakan rapat tersebut, tapi tadi pagi roboh. Jadi kami ambil jalur bukan langkah standar, tapi langkah kebencanaan,” katanya kepada wartawan.

“Dengan status bencana, tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan ini kewenangan mana, karena memang bangunan (yang ambruk) milik Pemkab Jember yang dibangun tahun 1976. Sungainya kewenangan Pemerintah Provinsi. Jalannya kewenangan pemerintah pusat,” kata Faida.

“Tadi kami sudah kumpulkan para pedagang, baik yang semula setuju dan tidak jika bangunan (rumah toko) dirobohkan,” kata Faida. Menurutnya evakuasi sudah dilakukan dan tinggal tiga toko. Pemkab Jember hari ini membantu untuk mengosongkannya.

Menurut Faida, sebagian pedagang yang menempati ruko di lokasi jalan yang ambrol itu mengatakan sudah membeli bangunan dari Pemkab Jember, sehingga bangunan itu sudah berstatus aset pribadi. Namun, dengan status kebencanaan ini, polemik mengenai status kepemilikan bangunan tak perlu terjadi. “Saya perintahkan Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) bersama Polres untuk mengusut masalah ini, tentang jual beli aset pemerintah,” katanya. Namun dengan status kebencanaan yang dikeluarkan Pemkab Jember saat ini, tak ada alasan bagi warga untuk menolak mengosongkan ruko yang tersisa dan belum ambruk. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar