Politik Pemerintahan

Bupati Faida: Tidak Ada ASN Jember yang Dilibatkan Sebagai Tim Sukses

Jember (beritajatim.com) – Bupati Faida mengaku tidak melibatkan aparatur sipil negara dalam pemenangan pemilihan kepala daerah Jember, Jawa Timur, tahun ini. Faida mencalonkan diri kembali menjadi bupati bersama calon wakil bupati Dwi Arya Nugraha Oktavianto.

“Tidak ada ASN yang kami libatkan, baik secara bisik-bisik atau pun langsung. Tidak ada satu pun ASN yang kami libatkan sebagai tim sukses bagi Faida-Vian,” kata Faida, dalam deklarasi pencalonannya di kediamannya, Jalan Panjaitan, Kabupaten Jember, Sabtu (22/2/2020).

“Kami meyakini bahwa ASN harus netral, karena ASN melayani masyarakat. Pemerintagan harus tetap jalan. Di tahun pilkada atau tidak di tahun pilkada, ASN harus berkonsentrasi dengan tugas-tugasnya,” kata Faida.

Rencananya, Faida dan Oktavianto akan mendaftarkan diri sebagai peserta melalui jalur perorangan ke kantor KPU Jember kemarin. Namun mendadak rencana itu dibatalkan, dan pendaftaran baru akan dilakukan pada Minggu (23/2/2020). Dalam Pilkada Jember 2015, Faida berpasangan dengan Abdul Muqiet Arief dan berhasil mengalahkan kompetitornya Sugiarto-Dwi Koryanto.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu Jember sedang intensif mendalami dugaan pelanggaran yang dilakukan Camat Tanggul Muhammad Ghozali. Dalam sebuah video berdurasi 21 detik yang viral di media sosial, Ghozali yang berpakaian batik dan mengenakan keplek mengajari seorang perempuan tua difabel untuk mengucapkan ‘salam dua periode’ dan berterima kasih kepada bupati.

“Kami masih dalam proses mengumpulkan informasi itu. Kalau memang ternyata dugaan itu benar, kami akan merekomendasikan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) terkait netralitas ASN,” kata Ketua Bawaslu Jember Imam Thobroni Pusaka beberapa waktu lalu. Bawaslu akan mengawal rekomendasi itu sampai putusan keluar. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar