Politik Pemerintahan

Bupati Faida Tak Penuhi Panggilan DPRD Jember, Ini Alasannya

Bupati Jember Faida

Jember (beritajatim.com) – Bupati Faida tidak menghadiri panggilan pantia angket DPRD Jember, Jawa Timur, Kamis (12/3/2020). Dia mengirimkan surat penjelasan atas ketidakhadirannya.

“Undangannya mendadak, saya sedang tidak di tempat, dan saya sudah mengambil sikap atas hak angket yang digunakan Dewan dalam surat tertulis resmi,” kata Bupati Faida kepada wartawan, Kamis (12/3/2020).

Faida juga menyatakan sudah memberikan jawaban tertulis atas pertanyaan DPRD Jember. “Saya menghargai Dewan menggunakan haknya dan saya punya sikap atas hak tersebut,” katanya.

Dalam surat tertanggal 12 Maret 2020, Bupati Faida menyampaikan bahwa dirinya dan wakil bupati senantiasa menghormati wewenang DPRD Jember dalam melaksanakan fungsi pengawasan. Salah satu bentuk penghormatan itu, bupati, wakil bupati, dan pejabat terkait hadir secara langsung memenuhi undangan panitia angket pada 20 Januari 2020.

Saat itu, menurut Faida dalam suratnya, pihaknya sudah menyampaikan jawaban tertulis atas berbagai isu yang menjadi pertanyaan panitia angket. Selain itu, dalam jawaban tertulis tersebut, berdasarkan kajian peraturan perundang-undangan dan fakta-fakta hukum, juga dinyatakan sikap dan pandangan atas penggunaan hak angket dan keberadaan panitia angket DPRD Jember.

Terpisah, Ketua Panitia Angket Tabroni mengatakan, panggilan terhadap Faida adalah bagian dari tahapan kerja pelaksanaan hak angket setelah memeriksa organisasi perangkat daerah dan pihak-pihak lain.

Jawaban tertulis yang disampaikan Bupati Faida pada 20 Januari 2020 tidak relevan. “Seharusnya jawaban itu disampaikan saat paripurna interpelasi yang seharusnya beliau hadir atau mengutus orang. Hari ini justru kami baru akan memanggil dan bertanya. Sebelumnya kami (panitia angket) tidak pernah bertanya,” kata Tabroni. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar