Politik Pemerintahan

Bupati Faida Tak Hadiri Dua Kali Panggilan Bawaslu Jember

Jember (beritajatim.com) – Bupati Faida tidak memenuni dua kali panggilan Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun Bawaslu Jember tetap akan memutuskan hasil pemeriksaan laporan terhadap dugaan penggunaan fasilitas bantuan sosial untuk kepentingan politik pemilihan kepala daerah.

Sekelompok warga melaporkan adanya kemasan beras bantuan sosial Badan Urusan Logistik Jember dengan foto Bupati Faida dan Wakil Bupati Abdul Muqiet Arief. Kemasan beras ini juga sempat dipersoalkan DPRD Jember, karena Faida saat ini tengah berupaya mencalonkan diri kembali dalam pemilihan kepala daerah melalui jalur perseorangan.

Faida sudah dua kali diundang untuk diklarifikasi, yakni pada Sabtu (30/5/2020) dan Minggu (31/5/2020). “Beliau tidak hadir, konfirmasi kepada saya tidak ada. Biasanya kalau ada konfirmasi ke komisioner lain, ada informasi,” kata Dwi Endah Prasetyowati, Komisioner Bawaslu Jember, Senin (1/6/2020).

Menurut Endah, batas waktu penanganan pelanggaran sudah berakhir. “Sesuai Peraturan Bawaslu, kami tetap melakukan kajian dengan hasil klarifikasi yang sudah kami lakukan,” katanya. Bawaslu Jember rencananya akan melansir hasil kajian malam ini.

Hal serupa juga dilakukan untuk pelaporan terhadap salah satu oknum kepala desa di Kecamatan Wuluhan. Dia juga dua kali tidak memenuhi panggilan Bawaslu Jember untuk diperiksa terkait laporan dugaan ketidaknetralan.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono menyatakan, belum ada petunjuk untuk menginformasikan hal tersebut dari Bupati Faida. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar