Politik Pemerintahan

Bupati dan Wabup Gresik Cek Hari Pertama PTM

Gresik (beritajatim.com) – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Gresik mulai berlangsung. Untuk mengecek kesiapan di sekolah SD dan SMP. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wabup Aminatun Habibah (Bu Min) turun sendiri mengecek proses PTM di sejumlah sekolah.

Saat mengecek di sekolah SMPN 4 Gresik. Gus Yani dan Bu Min melihat secara langsung penerapan protokol kesehatan (Prokes). Mulai dari pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan, pakai hand sanitizer dan pemberian faceshield serta masker. Tidak hanya itu, kursi tempat duduk siswa serta pembagian kelas dibatasi separuh dari kapasitas ruangan. Sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku.

Kendati PTM telah berlangsung. Namun, masih banyak wali murid yang tidak memberikan izin anaknya melaksanakan PTM. Di SMPN 4 Gresik misalnya, dari total lebih 200 siswa kelas IX, hanya 3 orang yang ikut PTM. Mereka duduk di laboratorium komputer mengerjakan soal ujian.

Kondisi ini berbeda di SMPN 2 Gresik. Dari 250 siswa yang mengikuti PTM dari total 254 siswa. Terdapat 4 siswa yang tidak mengikuti. Sedangkan di SMP Yimi ada 82 siswa mengikuti PTM dari total 84 siswa.

Menanggapi hal ini, Bupati Gresik Gus Yani menuturkan, pelaksanaan PTM sifatnya tidak memaksa. Wali murid diberi kebebasan, apakah putra putrinya boleh masuk sekolah atau tidak. “Tidak ada kewajiban bagi orang tua murid di sekolah. Kami memberi kebebasan, tidak memaksakan wali mudrid,” tuturnya, Senin (19/04/2021).

Gus Yani menjelaskan alasan dimulainya PTM di Kabupaten Gresik. Hal ini karena sudah masuk zona kuning. Sehingga, hasil musyawarah dengan Satgas Covid-19, Forkopimda, dan instansi terkait. PTM bisa dimulai hari ini. Kami bersama Wabup Bu Min mengecek langsung dimulainya PTM. “Dari hasil ini kita nanti melakukan evaluasi dengan satgas Covid-19. Apakah pendidikan tatap muka, tidak menjadi klaster baru,” ungkapnya.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 2 Gresik, Jupri mengatakan hanya ada empat murid saja yang tidak mengikuti PTM. “Dari total 254 siswa yang ikut PTM hanya 250. Ada 4 siswa yang tidak ikut karena tidak boleh orang tuanya ada yang sakit ada yang karena dari keluarga penyintas,” pungkasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar