Politik Pemerintahan

Bupati dan Wabup Datangi Kejaksaan Minta Opini Hukum Soal KSOTK

Seremoni pengembalian jabatan ratusan ASN di Pemkab Jember medio November lalu

Jember (beritajatim.com) – Bupati Faida dan Wakil Bupati Abdul Muqiet Arief mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, Senin (14/12/2020) sore. Kedatangan mereka memunculkan spekulasi di media sosial selama tiga hari terakhir.

Kepala Kejaksaan Prima Idwan Mariza akhirnya angkat bicara soal kehadiran dua pimpinan Jember yang ditemani beberapa orang pejabat tersebut. Dia mengaku tak mengundang mereka. “Beliau tahu-tahu datang,” katanya, Rabu (16/12/2020).

Menurut Prima, mereka berkonsultasi hukum soal beberapa persoalan kepada jaksa sebagai pengacara negara, seperti masalah aset dan pengembalian jabatan sesuai Kedudukan Susunan dan Organisasi Tata Kerja (KSOTK). “Kami pengacara negara mereka. Ada MOU (Memorandum of Understanding). Mereka minta legal opinion. Hari ini sudah kami kasih,” katanya

“Kami gak ada urusan dengan (KSOTK) itu. Cuma kami punya kewajiban, siapapun yang datang ke kantor kejaksaan, kami beri advis hukum. Advis hukum kami lisan dan tertulis sudah. Jadi harus diluruskan,” kata Prima.

Prima mengatakan, saat itu semua pihak diberi kesempatan bicara. “Waktu itu Pak Muqiet tidak memberikan pendapat. Sekarang LO (Legal Opinion)-nya ada di bupati. Apa yang perlu dilakukan bupati, ada di situ,” katanya.

Pendapat hukum itu adalah saran terbaik. “Kami tidak bisa memberi perintah. Istilahnya itu saran hukum,” kata Prima.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muqiet saat menjabat Pelaksana Tugas Bupati Jember melaksanakan rekomendasi Menteri Dalam Negeri soal pembenahan KSOTK pemerintah daerah setempat, November lalu. Konsekuensinya ada ratusan orang pejabat yang dikembalikan posisinya pada jabatan sebelum mutasi 3 Januari 2018. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar