Politik Pemerintahan

Bupati Bojonegoro Sebut Pengesahan Perda RTRW Pengembangan PAD C Sukowati Selesai Oktober 2020

Bojonegoro (beritajatim.com) – Proses perubahan Perda RTRW untuk pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (Migas) PAD C Sukowati yang dioperatori Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati masih dalam tahap Forum Group Discussion (FGD) di tataran Pemkab Bojonegoro.

Dalam FGD tersebut, Pemkab Bojonegoro akan menerima aspirasi serta masukan dari berbagai pihak. Selain itu juga untuk menentukan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di kawasan yang akan digunakan tapak sumur menjadi kawasan peruntukan pertambangan.

“Sekarang masih tahap penjaringan aspirasi dan bulan Oktober (2020) targetnya sudah pengesahan Perda RTRW untuk lapangan PAD C,” ujar Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Selasa (31/12/2019).

Menurutnya, sekarang ini Pemkab Bojonegoro masih terus melakukan pembahasan dengan semua pihak untuk menyusun draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tata Ruang. “Masih terus koordinasi, mungkin tahun 2020 Perdanya baru disahkan,” lanjutnya.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto menyampaikan, jika sekarang ini pihaknya masih menunggu draft perubahan Raperda Tata Ruang dari eksekutif. “Jika sudah ada draft Raperda, maka DPRD dan Pemkab Bojonegoro bisa segera mengesahkan Perda dan pengembangan Pad C bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Sebelumnya, General Manager (GM) Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto mengatakan pada semester pertama tahun 2020 mendatang pihaknya sudah mulai melaksanakan pengembangan Lapangan Sukowati Pad C. “Targetnya tahun depan kita sudah lakukan sosialisasi, pembebasan lahan, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Jika FGD penentuan perubahan Perda tersebut sudah selesai di eksekutif, Agus mengatakan, pihaknya tinggal menindaklanjuti untuk melakukan komunikasi lebih intens kepada DPRD Bojonegoro untuk mengesahkan perda tersebut. Sekarang, lanjut dia, Pemkab Bojonegoro sudah membantu memberi jalan sesuai dengan dasar-dasar fakta yang sudah disampaikan. “Jadi dengan FGD ini nanti tindaklanjutnya kalau dimungkinkan lebih cepat jika bisa dilakukan paralel sembari proses revisi perda kita melakukan kegiatan,” pungkasnya. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar