Politik Pemerintahan

Bupati Bangkalan Imbau Pengusaha Pemotongan Kapal Segera Urus Izin

Bangkalan (beritajatim.com) – Meskipun tidak berizin alias ilegal, Industri pemotongan kapal di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Semakin menggeliat dan telah beroprasi selama puluhan tahun lalu.

Singkat cerita, Industri ini semakin berjaya saat pemerintah membangun jembatan Suramadu untuk penghubung pulau Madura ke pulau Jawa. Saat itu pula, pelabuhan kapal semakin melemah dan banyak kapal yang harus bersandar tak beroperasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, bukan tak mengetahui hal tersebut, namun berbagai upaya tak membuahkan hasil. Terbukti, hingga detik ini puluhan warga tetap menggantungkan hidup dari usaha pemotongan rongsokan kapal tua itu.

“Puluhan warga sekitar mencari nafkah dari pemotongan kapal ini,” tutur Encung, salah satu mandor pemotongan kapal, Jumat (13/3/2020).

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Jati, Bunaji saat dihubungi enggan memberikan komentar. Bahkan ia meminta untuk datang dan menanyakan pada pekerja yang ada di lokasi tersebut.

“Kalau mau tanya soal pemotongan kapal itu langsung ke lokasi aja ya, saya gak tau,” tegasnya.

Menanggapi ini, Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron hanya bisa berjanji akan menutup usaha tersebut. Ia meminta pihak pemilik usaha ilegal segera melakukan pendaftaran izin usaha. “Kalau tidak taat aturan, nanti akan kita tutup,” pungkasnya. [sar/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar