Politik Pemerintahan

Bupati Anas Pamit

Banyuwangi (beritajatim.com) – Sepuluh tahun sudah Abdullah Azwar Anas mengemban tugas sebagai Bupati Banyuwangi. Kali ini, dia telah berada di ujung akhir jabatan.

Selama sebagai pemimpin Bumi Blambangan, Anas banyak mencatatkan sejarah. Mengambil peran merubah wajah daerah di ujung timur Pulau Jawa ini.

Muncul sebagai sosok muda yang pernah dipertanyakan sebagai pemimpin pada awal tahun kepemimpinannya. Membuktikan pertanyaan itu dengan berbagai capaian positif.

Bak orang berkata, hilang satu tumbuh seribu. Hilangnya image Banyuwangi kota santet, menjadi kota seribu festival. Membuat gelapnya suasana Banyuwangi yang penuh fitnah dan cibiran menjadi gemerlap pujian dari banyak orang.

Pun prestasi daerah ini. Berkat inovasi dan program unggulan, Banyuwangi dibawanya terbang tinggi dengan segudang penghargaan dan predikat terbaik.

Sepuluh tahun lalu, daerah ini tertinggal jauh dengan daerah tetangga pun Provinsi Bali yang kaya akan pariwisata. Tapi, sepuluh tahun berlalu, kekayaan kota The Sunrise Of Java berjaya tak kalah dengan daerah lainnya. Bahkan melampauinya.

Berkat pariwisata dan dukungan guyub warganya, membawa Banyuwangi makin dikenal. Banyak warga luar daerah datang berkunjung, bahkan pemerintah daerah lain berguru ke daerah ini.

Diakui atau tidak, begitulah kondisi riilnya. Hal ini tak ayal membuat warganya pun berbangga. Merasakan perubahan luar biasa selama sepuluh tahun terakhir.

Pembangunan infrastruktur nyaris merata di segala bidang. Paling kentara adalah pembangunan infrastruktur digital yang menyentuh hingga ke lapis terbawah.

Membawa kecepatan IT sebagai ujung tombak kinerja pemerintahannya. Pelayanan publik masyarakat yang menjadi kendala, kini menjadi solusi.

Berbagai data terkait prestasi Banyuwangi tak perlu ditanyakan. Tentunya, dapat dinyatakan sendiri atau datang ke sini.

Pertengahan Februari tahun depan menjadi akhir masa kepemimpinannya. Tepat tiga bulan sejak hari ini, lulusan Harvard university ini akan menyelesaikan tugasnya.

Tentu dari berbagai capaian yang diraih, kekurangan itu masih ada. Capaian baik dipuji, setitik keburukan dicaci. Begitulah kebanyakan warga menilainya.

“Selama 10 tahun saya memimpin tentunya banyak sekali kekurangan, kekhilafan, dan saya meminta maaf yang sebesar besarnya,”

“Karena insya Allah, kulo niki tiga bulan lagi selesai menjabat bupati, tepatnya pertengahan Februari saya sudah selesai,” ucap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memberikan pidato pengarahan dalam Apel Gelar Pasukan Satuan Pelindung Masyarakat (Satlinmas) pengamanan Pilkada serentak Banyuwangi di Lapangan Lugjag, Kecamatan Rogojampi, Selasa (11/10/2020).

Anas berpesan, capaian kinerja Banyuwangi yang baik selama ini tentunya menjadi harapan besar untuk ditingkatkan. Ia menyebut, capaian selama ini bukanlah berkat kerja dari bupati, kepala dinas dan aparat lain tapi juga dukungan dari masyarakat.

Sepanjang sepuluh tahun, setidaknya ada 300 penghargaan diraih Kabupaten Banyuwangi. Salah satu contoh terbaru penghargaan yang diraih daerah ini adalah kinerja pemerintahan terbaik di Indonesia.

“Kinerjanya lebih dari 900 indikator ini tidak mungkin kalau ini hanya dilakukan oleh bupati dan kepala dinas, tapi dukungan dari masyarakat, RT/ RW dan kepala desa,”

“Dulu, kinerja Banyuwangi berada di rangking 156, kemudian naik peringkat 50 dan lada 2018 menempati peringkat 4 terbaik di tingkat Nasional. Dan pada bulan ini kita mengalahkan Bandung, Jogja, Malang, Surabaya kota pahlawan, Manado, Bali dan kota besar lainnya sebagai peringkat pertama dengan kinerja pemerintahan terbaik dengan hadiah Rp 10 Milyar rupiah,” ucapnya.

Untuk itu, Anas berpesan agar capaian ini terus dijaga dan ditingkatkan. Torehan positif Banyuwangi selama ini menjadi bagian penyemangat dan penyulut capaian lain bagi pemimpin baru nantinya.

“Siapapun pemimpin Banyuwangi ke depan, harapan saya Banyuwangi harus bangkit, maju, harus tetap hebat karena pekerjaan yang telah kita kerjakan,” katanya.

Anas juga memaparkan, terkait capaian ekonomi selama sepuluh tahun terakhir. Bahkan, Banyuwangi menyabet gelar TPID terbaik karena mampu mengelola iklim perputaran ekonomi yang baik.

“Dan Alhamdulillah telah Bank Indonesia menganugerahi penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Ekonomi mewakili bapak presiden, Banyuwangi sebagai daerah dengan pengelolaan dan pengendalian inflasi daerah terbaik se Indonesia,” jelasnya.

Terkait pembangunan selama ini, Anas menyebut telah berupaya sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik. Seperti infrastruktur jalan yang telah menjadi fokus di ujung jabatannya ini.

“Terkait pembangunan jalan, kita telah menyelesaikan hingga tingkat kecamatan, kita lebarkan dan telah bagus,”

“Jalan rusak di kampung menjadi prioritas di rencana pembangunan pada tahun 2021,” katanya.

Anas juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar menjaga musim politik yang sedang berjalan. Menjaga dari pilkada yang tidak ramah atau tidak santun.

“Ciptakan pilkada damai, dan wujudkan pesta demokrasi yang asyik. Sehingga Banyuwangi yang baik ini menjadi lebih baik,” pungkasnya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar