Politik Pemerintahan

Bupati Anas Beber Keuntungan Musrembangdes Online di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes) serentak secara online. Baik desa maupun kelurahan dapat menyampaikan usulan serta pendapatnya lewat sambungan video conference dari kantor desa masing-masing kepada Bupati Abdullah Azwar Anas.

Langkah ini, tentunya semakin menunjukkan kemajuan desa dan kelurahan di Banyuwangi. Terlebih, semakin memantapkan program smart kampung yang telah digagas.

“Ini cara  Banyuwangi untuk memaksimalkan program Smart Kampung yang telah kami canangkan sejak tahun 2016. Dimana setiap desa dalam penyelenggaraan pelayanannya memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi untuk memberikan pelayanan yang cepat dan efisien. Apalagi semua desa kini sudah tersambung dengan internet fiber optik,” kata Anas, Kamis (23/1/2020).

Selain itu, kata Anas, Musrenbangdes online juga mampu mendekatkan jarak desa untuk menyentuh program pemerintah.

“Maka musrenbangdes kita gelar online  agar efektif dan efisien juga, karena desa Banyuwangi banyak yang dipelosok, jaraknya satu dan lainnya bisa sampai 3 jam. Dengan cara ini  semua desa bisa langsung mendapatkan arahan tentang garis besar pembangunan nasional, propinsi dan daerah sehingga nantinya bisa mengutarakan usulan dan masukannya untuk pembangunan desa di tahun mendatang yang selaras dengan kerangka pembangunan di tingkat atasnya,” terangnya.

Bahkan, kegiatan musrenbangdes tersebut berhasil menyatukan melalui sambungan live streaming oleh 217 desa dan kelurahan se kabupaten yang berpusat di kantor desa masing-masing. Istimewanya, Bupati Anas juga dapat interaktif video conference langsung dengan perwakilan 25 desa yang mewakili 25 kecamatan di Banyuwangi.

“Keberhasilan dan kemajuan Banyuwangi selama ini merupakan himpunan kemajuan dan pembangunan desa-desa dan kelurahan se-kabupaten. Dengan pelaksanaan musrenbangdes ini harapannya keberlanjutan pembangunan daerah yang dimulai dari desa akan semakin membawa kemajuan bagi Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

Sebagai contoh, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran. Daerah ini berada sekitar 65 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. Namun, saat interaktif tersebut dapat tersambung dengan baik.

“Alhamdulillah, meskipun desanya pelosok tapi sambungan videocallnya jernih. Ini berarti wifi kantor desanya joss,”

“Kami senang dengan desa yang berinisiatif seperti ini yang ingin menjadi destinasi wisata, camat bisa mengusulkan untuk menjadi prioritas di musrenbangcam. Semoga bisa jadi inspirasi oleh desa lainnya,” pungkas Anas.

Melalui jaringan online, Bupati Anas dapat memantau langsung program desa yang direncanakan. Termasuk berbagai macam hal yang mengenai pelayanan maupun keluhan warganya.

“Transformasi ekonomi daerah salah satunya dilakukan di bidang pariwisata dimana setiap tempat adalah destinasi dan setiap kegiatan adalah atraksi wisata. Maka desa harus bisa menciptakan inovasi, mengangkat potensi desa untuk bisa menjadi peluang ekonomi melalui pariwisata. Juga jangan lupa untuk terus memaksimalkan program Smart Kampung yang saat ini sudah berjalan,” pungkasnya. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar