Politik Pemerintahan

Bupati Anas akan Selesaikan Polemik Pulau Tabuhan Sebelum Lengser

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat presentasi mengenai Pulau Tabuhan beberapa waktu lalu.

Jember (beritajatim.com) – Bupati Abdullah Azwar Anas akan menyelesaikan polemik sewa Pulau Tabuhan di Banyuwangi Jawa Timur ke investor sebelum lengser. Ia sudah berupaya mempertemukan semua pihak yang mendukung dan menolak rencana itu.

“Ada beberapa kelompok yang belum setuju, tapi kami ingin yakinkan. Sebenarnya sudah kelihatan siapa yang tidak setuju. Ketika mereka demo, kami ajak dialog di pendapa malah walk out,” kata Anas, usai acara bincang-bincang mengenai pilkada, di Gedung Sutardjo, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).

Rencananya, Pulau Tabuhan akan disewakan kepada EBG Paragon Singapura. “Ini asingnya bukan asing murni. Dia sudah melakukan penanaman modal dalam negeri, dan yang akan mengelola di Tabuhan juga mengelola di Mandalika dan Pelabuhan Bajo. Jadi bukan (investor) asing yang antah berantah tidak jelas,” kata Anas.

Anas mencontohkan Arab Saudi dan Malaysia untuk mendatangkan wisatawan kelas atas harus menarik investasi dari luar. “Kalau tidak, tidak akan bisa. Banyuwangi akan tetap seperti itu,” katanya.

“Kenapa Tabuhan perlu dikelola, karena sekarang orang kalau naik kapal, mainnya ke Pulau Menjangan. Di Menjangan sekali makan Rp 300 ribu, berarti pajaknya ke Bali, dong,” kata Anas. Tujuh permintaan kelompok masyarakat sadar wisata (pokdarwis) sudah ditampung semua.

Anas menargetkan polemik ini diselesaikan sebelum menyelesaikan masa jabatan bupati. “Tapi kalau rakyat tidak setuju ya buat apa diteruskan. Sebetulnya bukan soal pemasukan uangnya. Tapi ada edukasi bagi ekosistem, karena mereka tidak semata-mata keuntungan, tapi ekosistem. Kalau ekosistemnya terbangun dengan baik, akan jadi destinasi,” katanya.

“Ingat, ke depan, wisata kita yang laku adalah wisata berkelanjutan yang menjaga lingkungan. Sehebat-hebatnya lingkungan, tapi kalau pencemarannya tidak dijaga, lingkungannya tidak terjaga dengan baik, tinggal menunggu waktu. Maka sebetulnya yang kita buat di Banyuwangi adalah investasi yang menjaga lingkungan dan berkelanjutan,” kata Anas. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar