Politik Pemerintahan

Di Tengah Wacana Impor Beras

Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan Mulai Serap Gabah Petani Lokal

Stok beras di GBB Sooko Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah berencana mengimpor 1 juta beras dalam waktu dekat. Rencana tersebut sebelumnya disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tanah air.

Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan memastikan tetap melakukan tugasnya dalam penyerapan gabah maupun beras dari petani sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Hingga saat ini, Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan telah menyerap sekitar 598 ton beras dari petani.

“Kebijakan impor beras merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Pada saat ini, sesuai dari kantor pusat kami fokus penyerapan gabah maupun beras dari petani, jadi serapan jalan terus,” ungkap Kepala Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan, Renota Horison, Rabu (24/3/2021).

Masih kata Renota, di wilayah Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan sudah mulai panen. Penyerapan gabah dari petani sudah ada peningkatan yang cukup signifikan. Baik penyerapan gabah maupun beras dari petani di wilayah Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan.

“Penyerapan ini, bisa mendukung atau mencukupi kebutuhan CBP yang ditargetkan oleh pemerintah. Tetap saja (ada impor tidak, red), serapan jalan terus. Kami buka seluas-luasnya gudang Bulog untuk menyerap hasil panen dari petani lokal. Saat ini, stok beras di kami ada 18.500 ton,” katanya.


Jumlah tersebut cukup besar, lanjut Renato, ditambah saat ini penyerapan dari petani sudah mulai dilakukan lantaran sudah mulainya panen raya. Sehingga stok beras di gudang Perum Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan cukup untuk memenuhi kebutuhan di tiga kabupaten/kota.

“Yakni Kabupaten/Kota Mojokerto dan Kabupaten Jombang. Saat ini panen baru dimulai, penyerahan sampai saat ini sebanyak 598 ton. Tapi tiap hari mengalami peningkatan seiring dengan panen di wilayah kami. Cuaca memang mempengaruhi hasil panen,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini cuaca mendukung karena karena curah hujan semakin berkurang saat para petani panen raya. Pihaknya berharap kwalitas hasil panen petani semakin baik sehingga bisa memudahkan dalam hal penyerapan gabah maupun beras dari petani lokal.

“Penyerapan gabah maupun beras memang dipengaruhi dari kwalitas hasil panen dan cuaca mempengaruhi kwalitas hasil panen. Target penyerapan kita sebesar 21 ribu ton. Untuk harga masih sesuai dengan Permendag 24/2020 tentang Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah maupun beras,” tegasnya.

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Harga Pembelian Pemerintah, untuk harga beras Rp8.300/kg dengan gabah kering giling Rp5.300/kg. Sementara gudang Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan ada tujuh, satu di Kabupaten Mojokerto, satu di Kota Mojokerto dan lima di Kabupaten Jombang. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar