Politik Pemerintahan

Bulan Depan 161 Pilkades, Hari Ini Kepala Dispemasdes Jember Dicopot

Eko Heru Sunarso

Jember (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Jember Eko Heru Sunarso diberhentikan dari jabatannya oleh Bupati Faida, Senin (12/8/2019). Mutasi ini mengejutkan anggota DPRD Jember, karena dilakukan sebelum penyelenggaraan 161 pemilihan kepala desa serentak bulan depan.

Heru dimutasi menjadi Kepala Dinas Perpustakaan. Sementara posisinya di Dispemasdes sementara waktu dijabat pelaksana tugas Edi Budi Susilo, yang merangkap menjadi Kepala Dinas Pendidikan Jember.

Mufti Ali, anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Jember dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, tak habis pikir dengan keputusan Bupati Faida ini. “Semestinya tidak diganti dulu. Kalau bupati mau mengganti semestinya selesaikan tugas dulu karena waktu (pelaksanaan pilkades serentak) sangat mepet. Kalau waktunya mepet, orang yang mengganti tidak mengikuti dari awal akan kewalahan juga,” katanya.

“Itu memang hak prerogatif bupati. Kami tak bisa intervensi. Mungkin bupati punya alasan kuat. Cuma sebagai wakil rakyat, saya berharap pada masa akhir jabatan saya, (pilkades serentak) yang sudah dipersiapkan itu bisa berjalan lancar sesuai harapan kita semua,” katanya.

Mufti berharap pengganti Heru benar-benar memahami pilkades serentak itu. “Kalau tidak berpengalaman mengkhawatirkan bagi kami untuk memantau, mengawasi, dan melaksanakan dengan baik,” katanya.

Mufti mengingatkan, bahwa sejumlah persoalan muncul selama tahapan pilkades, sehingga banyak warga yang protes. “Yang kemarin (pendaftaran calon kades) digembar-gemborkan gratis, ternyata tidak gratis, sehingga itu menjadi persoalan dan evaluasi ke depan agar betul-betul pilkades diikuti semua orang yang punya potensi, bukan hanya yang punya uang,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan David Handoko Seto dari Fraksi Nasional Demokrat. “Kami berharap apa yang sudah direncanakan Dispemasdes terkait pilkades serentak di 161 desa berjalan lancar, walau saya meyakini itu tidak mudah,” katanya.

Menurut David, 161 pilkades serentak harus benar-benar ditangani seorang ahli. Pengganti Heru diharapkan benar-benar mumpuni. “Kalau tidak, ya kita berdoa saja, mudah-mudahan pilkades ini berjalan aman, lancar, kondusif, seperti yang diharapkan,” katanya.

Kendati posisi Kepala Dispemasdes dijabat seorang pelaksana tugas, David berharap Bupati Faida memberikan kewenangan untuk melakukan hal-hal yang memang menjadi kewenangan seorang kepala dinas. “Karena kalau tidak, saya justru khawatir, kasihan kepada penyelenggara di tingkat desa. Jangan sampai mereka dibingungkan hal-hal bersifat teknis, seperti terkait pencairan keuangan dana keamanan dan sebagainya jangan sampai ada kendala,” katanya.

Kewenangan mengeksekusi kebijakan harus diberikan penuh. “Sebab kalau tidak, harus kembali lagi kepada pejabat di atasnya, pasti akan ada kendala teknis,” kata David. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar