Politik Pemerintahan

Buku ‘Cerita dari Sudut Istana’, Panduan untuk Para Humas Perusahaan dan Pemerintah

Jakarta (beritajatim.com) – Dua Tenaga Ahli bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi pada Kantor Staf Presiden periode 2016-2019 meluncurkan buku bertajuk ‘Cerita dari Sudut Istana: Kisah Tentang Peristiwa dan Berita Yang Menghiasi Panggung Media’.

Peluncuran buku di Wisma Antara Jakarta. Kamis, 12 Desember 2019 ini juga dihadiri Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, yang selama ini kerap diposisikan sebagai representasi pemerintah dalam berbagai talk show di televisi.

Duo penulis buku, Jojo Raharjo dan Alois Wisnuhardana berharap, buku setebal 350 halaman ini bisa menjadi ‘legacy’ atau warisan bagi dunia kehumasan pada umumnya dan ‘Government Public Relations’ pada khususnya.

“Kami memaparkan berbagai kasus konkret selama tiga setengah tahun bekerja di KSP. Bagaimana mengatasi hoaks, mengubah narasi negatif tentang pemerintah menjadi persepsi positif di masyarakat. Buku ini juga menyertakan contoh-contoh rilis pers yang efektif untuk ditayangkan di media,” papar Jojo, alumnus FISIP Universitas Airlangga, Kamis (13/12/2019).

Sementara itu, Alois Wisnuhardana menekankan, pentingnya mengisi ruang publik dengan narasi positif, seperti berkali-kali disampaikan Presiden Jokowi dalam berbagai rapat dengan para humas pemerintah.

“Kami memilih topik-topik yang dibahas di buku ini dari ribuan peristiwa, kegiatan, dan program yang bersumber pada Istana Kepresidenan, dengan pertimbangan topik-topik tersebut memiliki dimensi yang lebih kompleks daripada sekadar pekerjaan kehumasan atau diseminasi informasi. Ada kesulitan yang harus dipecahkan secara segera. Ada yang membutuhkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang juga tak kalah rumit. Ada yang membuat topik tersebut memiliki dampak jangka panjang yang memerlukan penjelasan yang akurat sekaligus cepat,” papar pria yang kini menjabat Asisten Juru Bicara dan Staf Khusus Presiden itu.

Salah satu bab buku ini secara khusus membahas bergabungnya Ali Mochtar Ngabalin, dari kubu yang semula berseberangan dengan Jokowi menjadi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden. Ngabalin diibaratkan Gennaro Gatusso, pesepakbola AC Milan yang difungsikan sebagai ‘destroyer’ atau perusak serangan lawan. Penampilannnya di layar kaca disesuaikan dengan topik talk show dan lawan yang dihadapi.

“Pak Jokowi orang baik. Saudara-saudara saya di Papua pun merasakan benar pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi. Karena itu, saya tak ragu berdiri membentengi dan membela pemerintahan yang jelas-jelas berpihak pada rakyat ini,” kata Ngabalin, pria asal Fak-Fak pemilik gelar doktor ilmu komunikasi dari Universitas Negeri Jakarta ini.

Pada kesempatan ini, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo menyambut baik pendokumentasian dan penerbitan buku ‘Cerita dari Sudut Istana: Kisah tentang Peristiwa dan Berita yang Menghiasi Panggung Media’.

“Buku ini saya nilai penting untuk mengembangkan kehumasan di kementerian dan lembaga pemerintahan yang lebih kuat. Melalui buku ini, tanggung jawab komunikasi dan kehumasan yang dikerjakan oleh pemerintah dapat diketahui oleh publik,” kata Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Negeri Sebelas Maret UNS ini.

Dipaparkan Widodo, Presiden Jokowi berulang-ulang menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan narasi yang positif, sehingga masyarakat tidak dibuat bingung oleh pelbagai informasi yang berseliweran, dan mendapatkan kepastian mana yang akurat.

“Di sinilah pemerintah dituntut untuk lebih aktif berkomunikasi dengan masyarakat terkait program-program yang telah dilaksanakan selama ini,” terangnya.

Pekan depan rencananya, buku ‘Cerita Dari Sudut Istana’ juga dibedah dalam media gathering jurnalis dengan Pertamina EP di Yogyakarta.[ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar