Politik Pemerintahan

Bukti-Bukti Kasus Raibnya Suara Gerindra Kurang Terpenuhi

Ketua Bawaslu Jember Thobroni Pusaka

Jember (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah menyelesaikan kajian terhadap persoalan raibnya suara hasil pemilu DPRD Jatim yang diklaim Partai Gerakan Indonesia Raya di Kecamatan Kaliwates. Bukti-bukti yang dibutuhkan kurang memenuhi syarat formal material.

Ketua Bawaslu Jember Thobroni Pusaka mengatakan, persoalan itu muncul bukan sebagai laporan, melainkan keberatan dari saksi Gerindra saat rekapitulasi penghitungan suara di tingkat provinsi Jawa Timur. “Yang dipermasalahkan adalah (kehilangan suara di) tujuh kelurahan. Tapi bukti yang diberikan kepada kami cuma empat kelurahan,” katanya, Senin (10/6/2019).

Dengan kurangnya bukti itu, Bawaslu Jember akan memberikan saran kepada Bawaslu Jatim agar tidak melanjutkan persoalan tersebut. “Karena ini bukan laporan. Ini keberatan yang muncul di rekap provinsi. Kami disuruh Bawaslu Jatim untuk menganalisis,” kata Thobroni.

Namun keputusan akhir tetap ada pada Bawaslu Jatim berdasarkan hasil analisis Bawaslu Jember. “Nanti kami akan berkoordinasi lagi. Tidak ada surat dari Bawaslu Jatim untuk kami men-take over kasus itu,” kata Thobroni.

Sementara itu, terkait laporan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi, Thobroni belum mendapat kabar lebih lanjut. Bawaslu Jember masih menunggu, karena saat ini MK masih membahas sengketa pemilihan presiden.

Sebagaimana diberitakan, Gerindra mempersoalkan 1.500 suara hilang di tujuh kelurahan di Kaliwates. Namun dari hasil bukti di empat kelurahan, hanya 500 suara yang hilang. Lima ratus suara hilang ini diketahui dari perbedaan data perolehan suara di formulir DAA dan DA1. Bagaimana bisa 500 suara itu hilang? “Kebanyakan salah input (memasukkan data),” kata Thobroni tempo hari. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar