Politik Pemerintahan

Bukan Syawal, Ini Rencana Boyongan Pedagang ke Pasar Legi

Kabid Pasar Disperdagkum Ponorogo, Fitri Nurcahyo (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pasca ditundanya boyongan ke bangunan baru Pasar Legi, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perdagkum) Ponorogo pada hari ini Jumat (4/6) langsung mengajak rapat perwakilan dari para pedagang. Mulai dari perwakilan pedagang pasar legi, pasar legi selatan/lanang, eks stasiun, eks pengadilan. Dari perwakilan pedagang yang di undang, ada 2 perwakilan yang tidak hadir. Yakni pedagang pertokoan pasar legi dan pedagang grosir. Rapat itu kembali membahas tentang rencana tanggal boyongan para pedagang ke Pasar Legi.

“Tanggal 4 Juni ditunda karena Bapak Bupati tidak berkenan, nanti kapan boyongannya, tunggu jadwal dari beliau,” kata Kabid Pasar Disperdagkum Ponorogo, Fitri Nurcahyo, Jumat (4/6/2021).

Fitri mengungkapkan bahwa dari perwakilan pedagang menginginkan bisa boyongan pada bulan Besar (penanggalan Jawa). Dari rapat ini, nantinya akan disampaikan kepada Bupati. Bahwa pedagang meminta pada bulan Besar. Tanggal pasnya berapa, Fitri mengaku pedagang belum memberikan secara detail, namun hanya bulannya saja. “Dari pedagang mintanya ya di bulan Besar, namun Bapak Bupati berkenannya bulan apa, ngikut beliau,” katanya.

Sementara itu Shenkli Fauzi, Sekretaris paguyuban pedagang Pasar Legi yang ikut dalam rapat itu menceritakan bahwa dirinya diundang Perdagkum untuk berkoordinasi dengan seluruh perwakilan paguyuban pasar. Tadi sudah disepakati antara perwakilan pedagang dan Disperdagkum tentang boyongannya. Yakni di bulan Besar. Kesepakatan itu, nantinya akan disampaikan Perdagkum kepada Bapak Bupati. “Setelah itu ya kita menunggu keputusan dari Bapak Bupati, kapan tanggal baiknya untuk boyongan atau pindahan pedagang,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar