Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Buka Rakerda ke-16 HIPMI Jatim, Ini Pesan Emil Dardak Bagi Pengusaha Muda

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-16 BPD HIPMI Jatim 2022 pada Sabtu (14/5/2022) yang diaksanakan di Novotel Samator Surabaya.

Rakerda ke-16 BPD HIPMI Jatim 2022 mengangkat tema ‘Kerja Cepat Pulihkan Ekonomi’ diikuti 35 BPC HIPMI se-Jatim dengan total 500 delegasi. Pada kesempatan itu, Emil menekankan pentingnya untuk melihat peluang dan menemukan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Kita semua harus pandai melihat peluang untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. Sehingga, apa yang dilakukan memberikan dampak baik bagi masyarakat. Seperti masalah yang muncul hari ini yakni penyakit mulut dan kaki pada hewan ternak,” tuturnya.

Emil mengajak pengusaha HIPMI untuk melihat permasalahan penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak “Kita harus selesaikan ini dari hulu ke hilir, kita harus langsung regroup mulai dari dinas perdagangan dan perindustrian dan pengusaha,” ajaknya

Suami Arumi Bachsin tersebut mengajak pengusaha-pengusaha juga aktif untuk memberikan edukasi bagi masyarakat terkait PMK ini. “Di hulunya jangan sampai masyarakat takut makan rawon, padahal rawon ini menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Jawa Timur. Jangan sampai dengan adanya PMK ini menjadi vonis,” ungkapnya

“Di hilir, sebelum ada PMK ini kita telah memiliki mekanisme untuk memproteksi daging sapi baik itu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian karena setiap sapi yang akan disembelih wajib disertai laporan dari veteriner,” lanjutnya.

Mantan Bupati Trenggalek tersebut menjelaskan bahwa peluang untuk mendisrupsi pasar semakin terbuka lebar. “Hari ini, peluang untuk mendisrupsi pasar karena pendukungnya ada, seperti melalui marketplace. Kita bisa memilih segmentasi pasar ditambah lagi kemudahan dalam beriklan,” jelasnya.

Lebih lanjut Emil menyampaikan, pengusaha ini harus memberikan dampak pada pertumbuhan lapangan pekerjaan. “Untuk membuka usaha hari ini tidak perlu besar-besar. Hal ini didukung dengan adanya digitalisasi, begitu juga dengan lanskap lapangan pekerjaan dengan model pekerja freelance,” tuturnya.

“Dahulu sebuah perusahaan rintisan kurang lebih membutuhkan 200-an orang pekerja. Namun, hari ini hanya membutuhkan 20-an orang pekerja saja, sehingga kita membutuhkan lima kali lipat pertumbuhan pengusahanya agar mampu mencetak lapangan pekerjaan yang baik,” tambahnya.

Emil menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk senantiasa berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk menciptakan ekosistem usaha yang kondusif. “Pemprov Jawa Timur siap berkolaborasi dengan HIPMI, kami tunggu rekomendasinya. Kami ucapkan selamat menjalankan Rakerda BPD HIPMI yang ke-16,” pungkasnya. [tok/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev