Politik Pemerintahan

Buka Pelatihan SKKNI, Ini Pesan Walikota Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dalam bidang koperasi, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskouminaker) Kota Mojokerto mengelar pelatihan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Pelatihan tersebut diberikan kepada pengurus koperasi se-Kota Mojokerto. Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bentuk pelaksanaan Keputusan  Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 14 Maret 2007 tentang penetapan SKKNI sektor keuangan.

Sebagai peserta pelatihan yaitu 45 orang perwakilan dari koperasi yang ada di Kota Mojokerto yang digelar hingga tiga hari ke depan. Pelatihan yang digelar di salah satu hotel di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini dibuka Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari

Dalam pengarahannya, Ning Ita (sapaan akrab, red) menyampaikan visi Pemkot Mojokerto adalah mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil makmur, sejahtera dan bermartabat.

“Untuk meningkatkan daya saing, bagaimana pelaku usaha di bidang jasa koperasi ini mampu menjalankan koperasinya dan meningkatkan daya saingnya dalam pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Peserta pelatihan adalah para penjual jasa pelayanan di bidang keuangan dan untuk bisa menjadi koperasi yang berdaya saing diperlukan sertifikasi pengelolaan koperasi. Pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya Pemkot untuk memfasilitasi para peserta.

“Yakni untuk memperoleh sertifikasi pengelolaan koperasai untuk menuju koperasi yang memiliki daya saing. Upaya peningkatan kompetensi SDM tidak bisa lepas dari tingkat pengetahuan, keterampilan maupun attitude atau perilaku. Sertifikasi kompetensi profesi menjadi salah satu sarana strategis dalam meningkatkan daya saing,” tuturnya.

Untuk itu, tegas Ning Ita, diperlukan partisipasi aktif koperasi di Kota Mojokerto dalam mengembangkan kompetensi kerja beserta seluruh turunannya dalam dinamika  perkembangan teknologi yang berkembang sangat cepat. Terkait perkembangan teknologi, Ning Ita juga menghimbau agar Koperasi tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi yang ada.

“Kita memasuki era revolusi industri 4.0 dimana kita tidak bisa menghindari tetapi dituntut untuk bisa masuk di era revolusi industri, mengikuti perkembangan teknologi dan diterapkan dalam pelayanan jasa koperasi. Perilaku koperasi sebagai usaha yang bergerak di sektor keuangan yang korelasinya dengan kepercayaan nasabah,” tegasnya.

Yakni bagaimana memberikan kepercayaan anggota terhadap jasa koperasi. Dengan sertifikasi pengelolaan koperasi bagi para peserta diharapkankan dapat meningkatkan trust terhadap koperasi yang dikelola.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar