Politik Pemerintahan

Budaya Jadi Tantangan Terberat Panwascam Perempuan

Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 19 orang perempuan terpilih menjadi anggota panitia pengawas kecamatan (panwascam) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk mengawasi pemilihan bupati dan wakil bupati tahun ini.

Devi Aulia Rahim, Humas dan Koordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Badan Pengawas Pemilu Jember, senang dengan antusiasme kaum perempuan masuk dunia politik.

“Tantangan terberat perempuan adalah faktor budaya. Masih ada anggapan bahwa perempuan hanya pelengkap saja, perempuan tidak otonom dalam pengambilan keputusan dan tidak identik dengan fungsi kepemimpinan,” kata Devi, Rabu (1/1/2020).

Devi menegaskan, penyelenggara perempuan harus bisa menjawab anggapan ini. “Salah satunya bekerja sesuai prinsip-prinsip penyelenggara,” kata mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ini.

Devi mengingatkan, keberadaan anggota panwascam perempuan bisa menguntungkan. “Penyelenggara perempuan bisa melakukan pendidikan politik kepada kelompok-kelompok perempuan yang kerapkali hanya menjadi objek tanpa adanya pendidikan politik, bahkan seringkali terjadi diskriminasi bagi perempuan. Ini yang bisa diminimalisasi,” jelasnya.

Dengan demikian, pendidikan politik bisa terwujud dengan adanya pengawasan bersama. “Bersama rakyat awasi perempuan, Bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu. Tantangan ini sudah mulai terjawab dengan salah satu panwascam perempuan menjadi ketua,” kata Devi. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar