Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bravo Gubernur Khofifah, Jatim Provinsi Terbanyak PPKM Level 1 Jawa-Bali

Surabaya (beritajatim.com) – Setelah terbanyak asesmen level 1 situasi Covid-19 Kemenkes (34 kabupaten/kota), saat ini berdasarkan Inmendagri nomor 53 tahun 2021 sebanyak lima daerah di Provinsi Jatim masuk dalam PPKM Level 1 di wilayah Jawa Bali.

Kondisi tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 53 tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Dimana, Instruksi Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 19 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 1 November 2021.

Adapun lima daerah yang masuk dalam level 1 PPKM antara lain yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar dan Kota Pasuruan. Jumlah ini semakin meningkat dibanding Inmendagri nomor 47 tahun 2021 hanya Kota Blitar yang masuk dalam PPKM Level 1.

Dengan bertambahnya jumlah PPKM Level 1, menjadikan Jawa Timur sebagai Provinsi terbanyak memiliki daerah berada pada level 1 di wilayah Jawa-Bali. Dimana Jawa Timur terdapat lima kota, Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing terdapat dua kabupaten/kota masuk PPKM Level 1. Sementara Provinsi DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali masih belum ada daerah yang masuk dalam PPKM Level 1.

Sementara untuk PPKM Level 2 di Jawa Timur dalam Inmendari No. 53 Tahun 2021 terdapat pada sembilan kabupaten/kota. Di antaranya, Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kota Malang, Kota Madiun, Batu, Jombang, Banyuwangi, Lamongan dan Gresik.

Untuk PPKM Level 3 terdapat pada 24 kabupaten/kota yaitu Tulungagung, Trenggalek, Situbondo, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Magetan, Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Kediri, Bondowoso, Kabupaten Blitar, Tuban, Sumenep, Sampang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Pamekasan, Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Jember, Bojonegoro dan Bangkalan.

Sebagai informasi, berdasarkan asesmen situasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, Jawa Timur sudah masuk level 1 dengan 34 kota dan kabupaten yang masuk asesmen level 1 berdasarkan laju kasus dan kapasitas 3T. Meskipun demikian, penerapan level PPKM tidak hanya berdasarkan Assessment Kemenkes RI saja. Melainkan juga ada syarat tambahan di Inmendagri yakni capaian vaksinasi secara umum dan vaksinasi lansia.

Atas capaian tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya dan terima kasih atas gerak cepat, sinergi, doa serta kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. Ada tenaga kesehatan, Forkompimda Jatim, bupati/walikota beserta jajaran Forkopimda kabupaten/kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat Jatim.

“Alhamdulillah berdasarkan Inmendagri nomor 53 tahun 2021, ada lima kota yang masuk dalam PPKM Level 1. Kelima daerah ini berdasarkan asesmen Kemenkes sudah masuk level 1 sekitar satu setengah bulan lalu, sementara untuk PPKM ditambah pemenuhan syarat tambahan yakni capaian vaksinasi dosis 1 yang sudah lebih dari 70 persen dan lansia lebih dari 60 persen,” ujar orang nomor satu Pemprov Jatim ini di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (19/10/2021).

“Ini merupakan kerja keras dan sinergi yang terus terbangun antara pemerintah provinsi, TNI/Polri, pemerintah kabupaten/kota beserta Forkopimda, ormas, ormas keagamaan, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, media sektor swasta, tenaga pendidik dan semua elemen masyarakat tanpa terkecuali.

“Terima kasih atas gerak cepat, kerjasama dan kerja kerasnya. Semoga situasi Jatim bisa terus terkendali dan angka Covid-19 semakin melandai,” tambah Khofifah.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, kelima daerah ini akan dilakukan uji coba pemberlakuan PPKM Level 1. Penerapan itu akan tetap diimbangi dengan tindakan testing, tracing dan treatment (3T), serta peningkatan disiplin protokol kesehatan.

Selain itu, lanjut Khofifah, sesuai petunjuk pemerintah pusat juga telah membentuk task force atau gugus tugas yang terdiri para pakar di bidangnya untuk memantau penerapan PPKM Level 1 New Normal.

“Atas keberhasilan Task Force mengawal pelaksanaan PPKM Level 1 di Kota Blitar. Maka, Task Force yang digagas pemerintah pusat ini kembali tinggal di lima kota yang masuk PPKM Level 1 untuk melakukan pemantauan dan pengawasan,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah terus mengingatkan sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri sendiri dan orang di sekeliling dari penularan Covid-19.

“Terima kasih atas semua kerja keras, kekompakan dan doa terbaik untuk kita semua. Kita terus berikhtiar dan berdoa agar kondisi Covid-19 di Jatim makin terkendali. Saat ini sudah ada 34 kabupaten/kota di Jatim yang sudah masuk assesment situasi Covid-19 Kemenkes Level 1, tinggal mengejar capaian vaksinasinya saja supaya bisa sesuai dengan syarat penerapan PPKM level 1 berdasarkan Inmendagri” kata gubernur perempuan pertama di Jatim.

“Sekali lagi mari kita bersama-sama tetap disiplin prokes dan percepat vaksinasi. Tetap pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari kerumunan. Jangan lengah, jangan kendor,” pungkasnya. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar