Politik Pemerintahan

Bratang Binangun Kampung Unggulan untuk Tamu Prepcom III

Surabaya (beritajatim.com) – Warga Kota Surabaya siap menyambut ribuan tamu dari berbagai negara yang akan menjadi delegasi event internasional, Preparatory Committe III for Habitat III di Surabaya pada 25-27 Juli mendatang.

Kesiapan warga tersebut terlihat ketika para jurnalis dan juga perwakilan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengunjungi beberapa kampung dalam agenda media visit, Jumat (15/7/2016).

Salah satunya warga di Kampung Bratang Binangun, Kelurahan Barata Jaya, Kecamatan Gubeng

Ketika tiba di lokasi, rombongan jurnalis langsung disambut warga dengan sholawatan dan topi simbolis duta lingkungan. Para jurnalis juga disambut dengan sambutan “bilingual’ (dua bahasa) dari perwakilan warga yang sekaligus sebagai ‘gladi resik’ jelang menyambut para tamu Prepcom 3 nanti.

Suasana sejuk begitu terasa meski kampung tersebut ada di kawasan tengah kota. Ini tidak lepas dari adanya berbagai macam tanaman yang ditanam warga di depan rumah mereka. Ada pohon mangga, Juga tanama obat keluarga (Toga). Di sepanjang jalan kampung berpaving yang bak jadi ruang penyambung rumah warga yang berhadap-hadapan, juga tampak bersih dan indah.

Fasilitator lingkungan Kelurahan Barata Jaya, Sumarmi yang didapuk memberikan penjelasan kepada para jurnalis, menyampaikan, kampung nya telah berhasil menerapkan empat program lingkungan yang selaras dengan harapan Pemkot Surabaya. Yakni program penghijauan, pengolahan sampah dengan cara mendaur ulang dan juga adanya bank sampah, juga kebersihan lingkungan yang salah satunya diwujudkan dengan kebersihan saluran air.

“Kami juga punya program kesehatan untuk mencegah penyakit demam berdarah melalui pemantauan jentik. Di sini, ada banyak kader pemantau jentik,” jelas Sumarmi.

Sumarmi lantas menjelaskan tentang alat pengolahan air limbah (APAL) yang juga merupakan salah satu program lingkungan di kampungnya. Cara kerja APAL ini yakni dengan mengalirkan air buangan yang kemudian dialirkan ke APAL yang memiliki tiga filter yakni pasir, batu kerikil dan serat nanas yang berfungsi sebagai desinfektan.

“Air daur ulang dari APAL ini bisa kami pakai diantaranya untuk menyirami tanaman dan juga mencuci sepeda motor,” sambung Sumarmi.

Selain itu, warga Bratang Binangun juga mampu memaksimalkan sampah daur ulang yang tak terpakai menjadi produk yang layak jual seperti dompet, bros dan juga tas, serta bekas limbah kaca menjadi vas bunga. Warga juga telah memproduksi minuman tradisional seperti beras kencur, pokak dan sinom yang segar dan menyehatkan. Minuman tradisional tersebut disajikan keapda rombongan jurnalis.

Sumarmi juga merupakan gambaran dari semangat warga RW Bratang Binangun dalam mengelola lingkungan. Di usianya yang sudah 60 tahun, perempuan yang akrab disapa Bu Slamet ini terlihat sangat bersemangat. Dia juga fasih dalam menyampaikan penjelasan perihal pemberdayaan lingkungan di kampungnya.

“Terima kasih atas kunjungan nya. Mohon maaf bila ada ketikdanyamanan dalam penyambutan kami,” pungkas Sumarmi.

Ada empat kampung yang menjadi lokasi kunjungan agenda media visit tersebut. Selain Kampung Bratang Binangun, juga ada Kampung Genteng, Kampung Lawas Maspatih, dan juga Kampung Gundih. Kampung-kampung tersebut memiliki keunikan masing-masing.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, Chalid Buchari yang ikut dalam agenda media visit tersebut, mengatakan, Kampung Bratang Binangun selain telah mampu meningkatkan kualitas lingkungan dengan penghijauan serta kampung bebas sampah, juga telah mampu membangkitkan energi listrik dari sampah.

“Adapun Kampung Genteng, warganya telah mampu mengubah wajah dari tempat pembuangan sampah menjadi kampung yang layak huni dengan dilengkapi fasilitas pengolahan air limbah terpadu. Serta berhasil menggerakkan ekonoi masyarakat kaum perempuan melalui pengolahan buah dan minuman sari buah,” jelas nya.

Diana Kumuastuti dari bagian publikasi Kementrian PUPR menegaskan, empat kampung tersebut merupakan bagian dari 14 kampung yang nantinya akan dikunjungi para peserta Prepcom 3. Menurut Diana, keberadaan kampung-kampung di Surabaya yang hijau, punya ruang terbuka hijau dan masyarakat nya telah mampu mengelola sampah secara mandiri, menjadi bukti Surabaya sejatinya telah menerapkan beberapa poin penting yang akan dbahas dalam agenda Prepcom3.

“Ini menjadi kesempatan memperlihatkan kampung-kampung di Surabaya yang berhasil. Kampung-kampung ini selaras dengan keberhasilan Surabaya dalam memberdayakan masyarakat nya dalam mencapai pembangunan kota berkelanjutan. Dan itu yang berontribusi menjadikan Surabaya sebagai tuan rumah Prepcom 3,” tegas Diana.

Lebih dari itu, Diana juga menegaskan bahwa Kota Surabaya memang sangat siap menjadi tuan rumah agenda yang menjadi tahapan paling penting sebelum menuju event United Nation Habitat yang akan digelar di Ekuador pada Oktober mendatang.

“Prepcom 3 akan menjadi kesempatan menunjukkan kepada dunia bahwa di Indonesia ada kota yang telah berhasil menciptakan lingkungan yang green and clean serta masyarakatnya berdaya,” pungkas Diana.(rif/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar