Politik Pemerintahan

Jalankan Instruksi Gubernur

BPSDM Jatim Bagi Sembako ke Warga Terdampak Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Adanya bencana non alam wabah Covid-19 telah mempengaruhi hampir seluruh sektor di masyarakat. Bahkan, tidak sedikit warga masyarakat yang harus kehilangan mata pencaharian, sehingga berpengaruh pada ekonominya.

Untuk itu, sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan akibat adanya wabah Covid-19 ini, Gubernur Jatim lewat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim membagikan 500 paket sembako kepada warga di sekitar kantor BPSDM.

Paket sembako tersebut berisi beras 5 kg, telur, mie instant, kecap, gula, teh dan kopi yang telah dilaksanakan pada Jumat (17/4/2020) lalu.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi Ibu Gubernur agar semua OPD dapat mengerahkan potensinya untuk membantu masyarakat secara gotong royong. Utamanya, bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang sangat membutuhkan,” kata Kepala BPSDM Jatim, Aries Agung Paewai saat ditemui di kantornya, Minggu (19/4/2020).

Aries sapaan lekat Kepala BPSDM Jatim ini menjelaskan, momen pembagian sembako ini juga sangat tepat karena bertepatan akan masuknya Bulan Ramadan. Di mana, lewat kegiatan ini akan bisa semakin menambah rasa kepedulian dan semangat gotong royong untuk membantu sesama. Utamanya, masyarakat yang berada di lingkungan perkantoran milik Pemprov Jatim.

“Ibu Gubernur berharap kegiatan semacam ini bisa menyentuh semua lingkungan perkantoran Pemprov Jatim, termasuk BUMD milik Pemprov Jatim. Sehingga, kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat sangat bisa dirasakan secara langsung,” urai Aries.

Ia menambahkan, sesuai harapan Gubernur Jatim kegiatan ini juga telah dilakukan oleh beberapa OPD lainnya dan diharapkan agar bisa diteruskan oleh semua perangkat daerah secara berkelanjutan. Baik sebelum bulan Ramadan maupun setelah berakhirnya Ramadan nanti.

“Kegiatan baik ini diharapkan Ibu Gubernur bisa terus berlangsung baik sebelum Ramadan maupun usai Ramadan nanti. Dan, kami juga berharap sembako tersebut bisa membantu saudara-saudara kita yang terdampak Covid-19,” tandas Aries.

BPSDM Jatim sendiri, jelas Aries, selama adanya pandemi Covid-19 tidak melakukan pelatihan dan pendidikan secara langsung dan lebih banyak dilakukan secara daring atau online. Para pengajar juga tetap melakukan aktivitas mengajarnya secara daring. Demikian pula, para peserta pelatihan juga melakukan pembelajaran dari tempat masing-masing.

Bagi pegawai di lingkup BPSDM Prov. Jatim, lanjut Aries, diberlakukan sistem kerja 2 hari masuk dan 2 hari work from home (WFH). Di mana, aturan ini juga sesuai dengan arahan dari Gubernur Jatim.

“Sedangkan untuk setingkat kepala badan tetap melakukan monitoring kegiatan maupun aktivitas langsung di kantor setiap harinya untuk memantau para pejabat dan staf yang melaksanakan kegiatan langsung di kantor atau WFH,” pungkas Aries. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar