Politik Pemerintahan

BPPT NU Kenalkan Islam Nusantara Kepada Mahasiswa IAI Sunan Giri dan Unugiri

Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua Badan Pengelola Perguruan Tinggi (BPPT) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bojonegoro, Muslih Fattah memperkenalkan Islam Nusantara kepada seluruh mahasiswa yang ada di Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri dan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro.

Konsep Islam Nusantara tersebut diharapkan bisa dikenal dan dipahami seluruh mahasiswa untuk mencapai Indonesia damai. “Kita mempertahankan Islam yang sesuai dengan budaya yang ada di negara ini untuk mencapai Indonesia damai,” ujarnya dalam Seminar Nasional yang digelar kemarin.

Untuk memperkenalkan Islam Nusantara BPPT mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. Dalam paparannya Said Aqil mengatakan, Islam Nusantara adalah konsep beragama yang menggabungkan nilai Islam teologis dengan nilai-nilai tradisi, budaya dan adat yang ada di Indonesia.

“Untuk menangkal radikalisme ini sehingga perlu adanya gerakan Islam Nusantara ini. Gerakan Islam yang menghargai dan menghormati kebudayaan masing-masing,” ujarnya.

Apalagi menurut Said Aqil Siradj, saat ini sudah banyak perguruan tinggi yang terpapar ideologi radikal. Paham Islam khilafah yang mengancam ideologi Pancasila sebagai dasar negara. Sehingga, jika hal itu dibiarkan, menurutnya, bisa memicu pemikiran eksklusif yang memunculkan sikap intoleran. Dan bisa berkembang menjadi sikap radikal.

Menurut anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu, masuknya paham radikal kebanyakan sudah masuk di level keempat atau tingkatan yang paling berbahaya. Level kesatu, kata dia, baru doktrin, level kedua mulai masuk pada doktrin radikal, dan level ketiga mulai ekstrim.

“Pada level keempat mulai ngebom. Kebanyakan level empat mulai menolak,” ujarnya dalam Seminar Nasional bertema Islam Nusantara, Solusi Radikalisme, di Gedung Serba Guna Bojonegoro yang diikuti ribuan mahasiswa. [lus/ted]

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar