Politik Pemerintahan

BPK Tak Bisa Masuk ke Gudang Penyimpanan di Pendapa Jember

Abdul Muqiet Arief Plt Bupati Jember

Jember (beritajatim.com) – Badan Pemeriksa Keuangan tak bisa masuk ke salah satu gudang penyimpanan barang di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pemeriksaan ke gudang itu merupakan bagian dari audit yang dilakukan BPK terhadap pelaksanaan anggaran Pemkab Jember.

“Saya sudah minta ke Bagian Umum agar difasilitasi. Kemarin kayaknya ada masalah kunci yang masih dipegang itu (oleh salah satu pegawai, red),” kata Pelaksana Tugas Bupati Jember Abdul Muqiet Arief, usai menemui petugas BPK, di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2020) sore.

Muqiet berjanji kepada petugas BPK akan memberikan akses ke gudang tersebut saat datang lagi pada awal November. Ia sendiri tidak tahu siapa yang membawa kunci gudang tersebut. “Masih belum tahu saya. Katanya, staf yang ada di pendapa,” katanya.

Muqiet juga tidak tahu apa isi gudang penyimpanan itu. Dia belum melakukan klarifikasi. “Katanya yang jadi telaah teman-teman BPK adalah bantuan-bantuan dari pihak ketiga. Jadi itu sudah sampai di mana penyalurannya,” katanya.

Masalah terkuncinya pendapa ini memang sempat jadi sorotan DPRD Jember saat silaturahmi dengan Muqiet, di lantai dua pendapa, Senin (5/10/2020). Ketua Komisi C David Handoko Seto mempertanyakan terkuncinya pintu utama di pendapa, sehingga anggota DPRD Agusta Jaka Perwana yang datang dengan memakai kursi roda pun tak bisa masuk.

“Kalau saya melihat ketentuan gubernur, wewenang pelaksana tugas bupati sama dengan bupati. Tapi saya melihat ada yang dikebiri. Faktanya di (lantai) bawah terkunci. Apa maunya ini Bagian Umum? Katanya perintah Ibu. Ibu yang mana?” kata David.

“Abah (Bupati) Samsul (Hadi Siswoyo) saat cuti, pintu bawah itu dibuka. Pak (Bupati MZA) Djalal dua kali periode, pintu tetap dibuka ketika bupati dijabat pelaksana tugas. Lah ini zaman Bupati Faida (sedang cuti kampanye), kok dikunci? Ini kewenangan Panjenengan (Anda) masih dikebiri. Ada apa di bawah sana kok masih dikunci,” kata David kepada Muqiet saat itu. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar