Politik Pemerintahan

BPD Merupakan Ujung Tombak Rakyat dalam Pemanfaatan Anggaran Desa

Sinau Bareng Mekanisme Penyusunan APBDesa 2020 di Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai organisasi pemerintah menjadi ujung tombak pemanfaatan anggaran desa. Sehingga dalam penyusunan APBDesa peran BPD harus berdampak pada kesejahteraan rakyat.

Hal itu disampaikan Direktur Institute Development of Society (IDFoS) Bojonegoro Joko Hadi Purnomo dalam kegiatan Sinau Bareng Mekanisme Penyusunan APBDesa 2020 di Balai Desa Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (30/10/2019) malam. “Politik anggaran dalam pemerintah desa ini yang perlu dicermati oleh BPD. Sehingga pemanfaatan anggaran desa bisa sesuai dengan dampak kesejahteraan masyarakat,” ujar Joko Hadi Purnomo.

Karena, lanjut dia, salah satu peran penting BPD adalah saat melakukan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa. Sehingga BPD bisa menentukan program strategis yang bisa menyejahterakan masyarakat sesuai dengan filosofi anggaran. “BPD menjadi sebuah organisasi pemerintah yang mengawasi program desa,” tegasnya.

Joko menegaskan, dalam konteks penyusunan APBDesa, peran BPD diantarnya membahas Rancangan Peraturan Desa (Ranperdes) APBDesa Perubahan bersama kepala desa dalam rangka memperoleh persetujuan bersama (pembahasan menitikberatkan pada kesesuaian RAPBDesa dengan RKP Desa).

Menyetujui dan menetapkan APBDesa dan APBDesa Perubahan bersama kepala desa. Serta mengawasi proses penyusunan dan implementasi APBDesa. “APBDesa ini sebagai instrumen kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Kepala Desa Plesungan, Choiri mengatakan, jika peran BPD di setiap desa berjalan dengan baik maka pekerjaan pemerintah desa lebih mudah. “BPD adalah lembaga yang menjadi parameter kepala desa dalam menentukan program,” ujarnya.

Sekadar diketahui, dalam diskusi dan sinau bareng Mekanisme Penyusunan APBDesa ini sedikitnya diikuti oleh perwakilan ketua dan anggota BPD dari 30 desa yang ada. Sejumlah peserta bertahan hingga malam dalam mengikuti pemaparan materi yang disampaikan. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar