Politik Pemerintahan

BPBD Pamekasan Petakkan Titik Rawan Bencana

Supervisor BPBD Pamekasan, Budi Cahyono (pakai kacamata) saat memberi materi kebencanaan bagi siswa sekolah dasar dalam program 'Karimata Mengajar'.

Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan memetakkan daerah rawan bencana di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, selama musim hujan tahun ini.

Bahkan instansi kebencanaan tersebut juga selalu siaga mengantisipasi bencana yang sering terjadi di Pamekasan, di antaranya potensi bencana banjir dan longsor yang sering terjadi di berbagai daerah rawan bencana.

“Intensitas hujan di Pamekasan, diperkirakan masih cukup tinggi. Hal ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Maret 2019 mendatang,” kata Supervisor BPBD Pamekasan, Budi Cahyono, Minggu (10/3/2019).

Selain itu, pihaknya juga siaga menyiapkan berbagai sarana dan prasarana sebelum terjadi bencana. Sehingga nantinya bisa bergerak cepat ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. “Bahkan hingga saat ini kami juga intens melakukan koordinasi dengan TNI-Polri beserta instansi terkait,” ungkapnya.

Untuk potensi bencana banjir seringkali terjadi di wilayah perkotaan dan sekitarnya, sementara potensi longsor biasa terjadi di daerah pantura. “Potensi banjir biasanya di wilayah kota dan sekitarnya, seperti Gladak Anyar, Jalmak, Juncancang, Laden, hingga beberapa desa di Galis dan Pademawu,” jelasnya.

“Sedangkan untuk titik rawan longsor sebagian besar berpotensi di wilayah pantura, seperti di kecamatan Batumarmar, Kadur, Pagantenan, Palengaan, Pasean hingga Waru,” sambung pria yang akrab disapa Pak Budi.

Dari itu pihaknya mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di sejumlah titik rawan bencana agar selalu waspada terhadap bencana. “Tentu kami berharap masyarakat agar selalu waspada, jika ada sesuatu yang tidak diinginkan (bencana) segera hubungi kami,” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar