Politik Pemerintahan

Tingkatkan Kapasitas Personil Damkar

BPBD Kabupaten Mojokerto Datangkan Narsum Bersertifikasi Internasional

Anggota Satpol PP Kota Batu, Santoso Wardoyo saat menjadi narsum. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 33 personil pemadam kebakaran (damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mengikuti Pelatihan Kapasitas Personil Pemadam Kebakaran selama dua hari. Para personil damkar nantinya akan diseleksi untuk dikirim Pelatihan Pemadam Kebakaran di Jakarta.

Bertempat di kantor BPBD Kabupaten Mojokerto di Jalan Raya Jabon, Kecamatan Mojoanyar, para personil mendapatkan materi dari Santoso Wardoyo. Santoso merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu yang memiliki sertifikasi taraf internasional dalam bidang pemadam kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, para personil mendapatkan materi terkait pengenalan alat pemadam kebakaran yang digunakan dalam melakukan pemadaman. “Pelatihan ini sekaligus merupakan Implementasi amanat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomer : 20/PRT/M/2009,” ungkapnya, Rabu (30/10/2019).

Yakni tentang pedoman teknis manajemin proteksi kebakaran di perkotaan. Menurut Zaini, personil damkar harus memiliki kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional untuk melaksanakan tugasnya. Sehingga diperlukan peningkatan kapasitas SDM agar dalam melaksanakan tugas berjalan dengan baik dan sesuai protap yang sudah ada serta lebih profesional.

“Para peserta juga diberikan latihan simulasi dalam penangan kebakaran yang tepat dan efesien. Tujuannya agar tim damkar dalam menjalankan tugas akan lebih profesional dan relatif lebih baik, karena alat-alat damkar  yang dimiliki BPBD Kabupaten Mojokerto saat ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Termasuk penambahan dua unit mobil damkar terbaru dengan kapasitas 5.500 liter. Namun demikian, tegas Zaini, untuk mendekatkan pelayanan kedepan diperlukan penambahan  mobil Pemadam Kebakaran (PMK) maupun pos damkar. Ini lantaran, idealnya dengan luas wilayah 18 kecamatan diperlukan delapan unit mobil damkar dan empat pos.

“Dari hasil pelatihan, para peserta akan diseleksi dan kemudian akan dikirim 2 personil untuk mengikuti pelatihan pemadam kebakaran di Jakarta,” jelasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar