Politik Pemerintahan

BPBD Kabupaten Kediri Dropping Air Bersih untuk Ratusan KK di Lereng Kelud

Kediri (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melakukan dropping air bersih ke Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Ada ratusan kepala keluarga (KK) di kawasan lereng Gunung Kelud tersebut yang mengalami kesulitan air bersih akibat sumber air Clangap menyusut.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agata mengatakan, pihaknya menerjunkan Unit Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (URC PB) BPBD Kabupaten Kediri dalam memenuhi kebutuhan air warga. Kekurangan air ini terjadi akibat kemarau panjang yang terjadi di tahun 2018 dan intensitas hujan yang turun saat ini belum terlalu tinggi. “Sebelum dropping air kami lakukan, URC PB BPBD Kabupaten Kediri telah melakukan observasi terlebih dahulu di Desa Sepawon. Kami menindaklanjuti laporan dari pihak desa setempat.

Air yang mengalir dari sumber mata air Clangap terlalu kecil sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan sebagian warga Desa Sepawon. Apalagi di wilayah sumber Clangap tersebut banyak pohon besar yang ditebangi untuk membuka lahan pertanian baru.

Masyarakat mengalami kesulitan air sejak tiga bulan terakhir. Ada tiga dusun di Desa Sepawon yang merasakan. Antara lain, Dusun Petung Ombo yang dihuni 410 KK dengan 1.230 jiwa, Dusun Gatok 92 KK dengan 224 jiwa, Dusun Badek 358 KK dengan 1.012 jiwa.

Randy menambahkan, selain mensuplay kebutuhan air masyarakat, pemerintah juga sedang berupaya membuat sumur bor. Sementara itu, untuk dropping air sendiri, BPBD Kabupaten Kediri tidak membatasi jumlah maupun waktu pengiriman. Pihaknya mengirimkan air sesuai kebutuhan warga. BPBD mengambil air dari Perkebunan Ngrangkah Sepawon untuk didistribusikan ke masyarakat. (nng/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar