Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bos Maspion Bertemu DPRD di Alun-Alun Surabaya, Ada Apa?

Presiden Direktur Maspion, Ali Markus saat melihat Alun-Alun Kota Surabaya, Rabu (29/12/2021). [Foto/Ade Mas Satrio]

Surabaya (beritajatim.com) – Presiden Direktur Maspion Ali Markus bersama rombongan mendatangi alun-alun Surabaya dan secara tidak sengaja bertemu dengan Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafii dan Camelia Habiba.

Dalam pertemuan itu, Imam Syafii bercerita kedatangan Ali Markus ke alun-alun untuk menawarkan kerjasama, karena seperti diketahui Ali Markus masih ada hak atas tanah tersebut dan saat ini masih proses hukum dan belum inkrah di pengadilan.

“Pak Ali Markus datang, untuk menawarkan kerjasama, mudah-mudahan sengketa yang berlarut-larut dan tentu saja mengeluarkan biaya yang banyak. Sehingga, ini kan ada investor yang tujuannya semata-mata untuk kebaikan masyarakat warga Surabaya maka ayo kita dukung,” kata Imam di alun-alun Surabaya, Rabu (29/12/2021).

Legislator NasDem Surabaya ini mendorong kerjasama Pemkot dengan investor untuk segera direalisasikan. Namun, dirinya mewanti-wanti ketika terealisasi harus win-win solution. Apalagi persoalan hukum masih belum selesai.

“Tembok itu kan tanah yang menurut hukum, masih hak dari pak Ali Markus. Apa nanti pak Ali Markus yang harus mengganti untuk menjebolkan tembok itu, karena kan pembangunan ini dari APBD semua. Kalau pak Ali Markus berkenan keluar uang, kami berharap pemerintah kota Surabaya tidak mengeluarkan uang lagi. Sudah terlalu banyak uang yang dikeluarkan bahkan mencapai ratusan miliar,” ucap Imam Syafii.

Sementara itu, Presiden Direktur Maspion Ali Markus mengatakan kedatangannya ke alun-alun Surabaya hanya jalan-jalan karena telah viral. “Saya hanya jalan-jalan, cuma kepingin tahu aja,” katanya.

Disinggung terkait kerjasama dengan pemerintah kota Surabaya, dia menyebut sudah melakukan komunikasi. “Kira-kiranya begitu, kita lagi bicara. Dan semisal dari DPRD komisi A ada yang dikerjasamakan, monggo. Ayo, yang penting bersama-sama untuk membantu masyarakat juga. Terkait hukum, itu nanti jaksa tinggi yang memutuskan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kabid Bangunan Gedung dinas Cipta Karya Iman krestian mengatakan kedatangan Ali Markus tanpa pemberitahuan sebelumnnya. “Dan mungkin beliau melihat ada animo dari masyarakat, sehingga memutuskan untuk datang kesini. Intinya, kalau keputusan MA atau MK yaudah, hasilnya apa, kita harus menjalankan, entah itu kita yang menang, atau pihak penggugat yang menang,” kata Iman.

Disinggung, apakah mungkin pihak Ali Markus akan melakukan kompromi dengan Pemkot Surabaya, ia hanya menjawab tidak tahu. “Nah, saya kurang tahu, karena yang seperti itu mungkin kebijakan hukumnya itu seperti apa, itu yang perlu di bicarakan lebih lanjut ya,” tandasnya. [asg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar