Politik Pemerintahan

BOR Aman, Ponorogo Kembali Zona Orange

Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah seminggu berada di zona merah Covid-19 (resiko tinggi), Ponorogo akhirnya kembali naik ke zona orange atau penularan Covid-19 dengan resiko sedang. Naiknya zona resiko penularan Covid-19 ke zona orange ini, tidak lepas dari upaya Pemkab Ponorogo untuk menambah Bed Occupancy Rate (BOR), baik untuk ICU maupun isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di bumi reyog.

“Berterimakasih kepada masyarakat, nakes dan semuanya. Alhamdulillah dengan teman-teman mematuhi prokes dan kerja keras semua, Ponorogo naik ke zona orange,” kata Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Rabu (30/6/2021).

Untuk BOR ICU jika sebelumnya sebanyak 21 tempat tidur, kini bertambah menjadi 31 tempat tidur. Peningkatan tajam terjadi di BOR isolasi, jika semula hanya 132 tempat tidur, saat ini kapasitasnya menjadi 200 tempat tidur. Dengan penambahan kapasitas itu, keterisian pasien saat ini tidak mencapai 80 persen. Baik itu untuk ruang ICU maupun ruang isolasi. “Pengaruh kembalinya ke zona orange ini, salah satunya yang dari BOR ICU dan BOR isolasi yang ditambah itu,” katanya.

Meski sudah berada di zona orange, Lisyarita menegaskan bahwa di Ponorogo masih melakukan pembatasan-pembatasan. Sebab, pihaknya saat ini sedang menjalankan PPKM skala mikro yang akan berakhir pada tanggal 5 Juli 2021 nanti. “Bersabar dulu, masih dilakukan beberapa pembatasan. Setidaknya kita nunggu perkembangannya sampai SE Bupati tentang PPKM Mikro habis pada tanggal 5 Juli 2021 nanti,” katanya.

Meski sudah di zona orange, namun penambahan pasien covid-19 masih terjadi di Ponorogo. Dari data instagram @dinkesjatim terakhir, Ponorogo ada penambahan 16 kasus. Sehingga jumlah kumulatifnya menjadi 4752 kasus positif. Dengan angka kesembuhan mencapai 4001 kasus. Sedangkan untuk angka kematian pasien covid-19 mencapai 502 orang dan kasus aktif ada 149. “Pengennya setiap hari update perkembangan Covid-19, namun kebetulan ada kesibukan. Jadi apa daya, apa lagi ini permasalahan orang sakit karena wabah,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar