Politik Pemerintahan

Blusukan ke Warung Sengon, Hanindhito Pramono Sosialisasi 3M

Kediri (beritajatim.com) – Lonjakan kasus Covid-19 di beberapa daerah di Indonesia, seperti yang terjadi di Ibu kota Jakarta menjadi perhatian Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono. Tak ingin terjadi di Kabupaten Kediri, putra Seskab Pramono Anung ini gencar melakukan sosialisasi 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) dalam agenda kampanyenya.

Seperti pada agenda blusukan ke Warung Sengon di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Hanindhito Pramono menyampaikan pentingnya protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Mas Dhito juga membagikan masker kepada pengunjung tempat wisata dibawah Pohon Sengon tersebut.

“Begitu datang disini, saya langsung melakukan sosialisasi penggunaan masker. Karena banyak warga cukup apatis dalam menggunakan masker, padahal masker itu adalah benteng atau obat paling mujarab untuk menangkal covid-19. Hari ini lonjakan Covid-19 di beberapa daerah contohnya Jakarta, mengalami Lonjakan kedua. Saya berharap, di Kabupaten Kediri tidak mengalami hal tersebut,” seru Mas Dhito.

Pria 28 Tahun ini berharap Pemerintah Kabupaten Kediri melakukan gebrakan dalam menangkal Covid-19 dengan sosialisasi yang lebih ekstra. Untuk membangun kesadaran masyarakat, perlu adanya sosialisasi program 3M secara lebih massive kepada warga.

“Sebenarnya kesulitan tidak ada dalam hal ini perlu adanya ekstra dalam melakukan sosialsisi. Masyarakat Kabupaten Kediri bukan masyarakat yang apatis, diberi kesadaran pentingnya menggunakan masker, mereka akan melakukannya. Mungkin sosialisasi yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 belum menyeluruh, karena cakupan wilayah Kabupaten Kediri yang cukup besar,” ungkapnya.

Warung Sengon menjadi alternatif pilihan ngopi baru di Kabupaten Kediri. Sesuai namanya Sengon, berasal dari kepanjangan Seneng, Ngopi dan Ngobrol. Tempat ini menawarkan view perkebunan sengon dengan beground Sungai Brantas. Pemilik mendesian tempat usahanya agar nyaman bagi konsumen dengan menyediakan gazebo-gazebo dan area bermain. Tetapi tetapi mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

“Protokol kesehatan yang diterapkan disini, mulai cek suhu tubuh, cuci tangan, jaga jarak dan masker. Alhamdulillah setiap jam, saya memberikan informasi bahwa dimana-mana sekarang harus pakai masker, di tempat keramaian dan di warung ini,” kata Ahmad Hariadi, pemilik Warung Sengon.

Menurut Hariadi, Warung Sengon awalnya sekedar warung biasa. Seiring dengan meningkatnya konsumen yang datang, ia mengembangkan tempat usaha tersebut. Dari awalnya usaha kecil dengan pendapatan berkisar Rp 300-400 ribu per hari, kini omset Warung Sengon lebih dari Rp 1 juta setiap harinya.

Yang menarik, Warung Sengon juga memberdayakan masyarakat setempat sebagai karyawan dan mitra kerjasama. Pemilik usaha melibatkan 20 an orang anggota Karang Taruna setempat Jatianom sebagai juru parkir sekaligus tenaga kemanan. “Memang saya tarik anggota Karang Taruna untuk menjadi mitra kerjasama paling mendasar di parkiran, karena mengkondisikan dari segi keamanan, kita ajak kerjasaman dengan aktif dengan nilai positif,” tutupnya. [nm/ted].





Apa Reaksi Anda?

Komentar