Politik Pemerintahan

BLT-DD Cair, Bupati Mojokerto Juga Bantu APD dan Logistik di Kampung Tangguh

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat menyerahkan APD, bantuan logistik sekaligus BLT-DD tahap II tahun 2020, kepada 101 KK Desa Leminggir Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD), bantuan logistik sekaligus Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) tahap II tahun 2020 di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Ada sebanyak 101 Kepala Keluarga (KK) yang menerima BLT-DD tahun II tahun 2020 tersebut.

Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu Kampung Tangguh Covid-19 di Kabupaten Mojokerto. Bantuan yang diserahkan di masing-masing Kampung Tangguh berupa 200 kg beras, empat unit APD, 250 lembar masker, satu box sarung tangan, hand sanitizer, disinfektan dan sabun cuci tangan masing-masing satu jirigen. Sementara BLT-DD sebesar Rp600 ribu per bulan KK selama tiga bulan kedepan.

Kepala Desa (Kades) Leminggir, Khusaeni mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto atas BLT-DD yang telah cair. Kepada Bupati, Kades juga mengabarkan jika wilayahnya yang berbatasan dengan daerah Sidoarjo, dilirik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk dibangun sebuah objek pariwisata air.

“Kami juga memiliki TKD yang bebas dari kepemilikan warga, yang juga punya potensi wisata. Terimakasih kepada Pemkab Mojokerto khususnya Bapak Bupati atas bantuan hari ini. Kami juga berharap agar Pemkab Mojokerto mendukung potensi pariwisata Desa Leminggir,” ungkapnya, Jumat (19/6/2020).

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam sambutannya dihadapkan 101 penerima BLT-DD mengajak seluruh masyarakat penerima BLT-DD untuk bijak mengelola dana bantuan dari pemerintah tersebut. Sebab di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, beberapa sektor ekonomi cenderung lesu dan belum bisa pulih sepenuhnya.

“Saya mohon dengan sangat agar BLT-DD yang hari ini diserahkan dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan bijak. Misalnya untuk kebutuhan primer seperti beras, gula dan kebutuhan sembako lainnya. Ibu Bapak, mohon untuk dijaga protokol kesehatannya. Kita kembali seperti kebiasaan orang zaman dahulu. Sebelum masuk rumah cuci tangan dulu agar virus dan kuman tidak terbawa masuk rumah,” katanya.

Masih kata Bupati, bantuan dari Pemkab Mojokerto untuk penanggulangan Covid-19 sifatnya hanya untuk stimulus saja. Penerapan sesungguhnya di lapangan adalah tanggung jawab masyarakat itu sendiri. Terkait potensi pembangunan di desa yang sebelumnya dijabarkan Kades Leminggir, Bupati mengajak semuanya untuk ikut aktif menggali potensi yang ada.

Bupati yang akrab disapa Abah Ipung, pada beberapa kesempatan lampau juga sering mengatakan jika TKD dapat dibentuk dan diolah untuk kebermanfaatan desa itu sendiri. Misalnya dibuat destinasi wisata, rest area, juga pujasera. Manfaatnya pun akan kembali ke desa itu juga, mengingat desa adalah ujung tombak pembangunan.

Sebagai informasi, beberapa hari sebelumnya tepatnya tanggal 15 dan 18 Juni 2020 kemarin, Bupati juga menyalurkan bantuan APD dan logistik bagi beberapa enam kampung yang ada di dua kecamatan. Yakni Kampung Tangguh Kesiman Tengah, Claket dan Tanjung Kenongo di Kecamatan Pacet serta Kampung Tangguh Trawas, Ketapanrame dan Duyung di Kecamatan Trawas. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar