Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

BKD Magetan Hanya Usulkan 300 Pendidik untuk Formasi P3K, PGRI: Permasalahan Honorer Tak Kan Selesai

Magetan (beritajatim.com) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Magetan mengajukan 610 formasi ke Kementerian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Formasi tersebut terbagi menjadi 21 orang tenaga teknis, 289 tenaga kesehatan.

“Sisanya yang 300 orang untuk formasi tenaga pendidik. Usulan sudah kami ajukan ke KemenPAN-RB,” kata Masruri. Senin (18/04/2022).

Menurut dia, pemkab sudah melakukan rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2021. Mayoritas juga tenaga guru. “Kemudian pada 2022 ini, kami usulkan 610 PPPK,” ucap Masruri.

Usulan rekrutmen PPPK itu juga telah disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Sebab, honorarium mereka nantinya akan dibiayai melalui APBD.

Namun, Ketua PGRI Magetan Sundarto masih kecewa dengan Pemkab Magetan. Lantaran, dengan usulan hanya 300 tenaga pendidik justru membuat permasalahan honorer di Magetan tak akan kunjung selesai. Saat ini ada 1.500 lebih guru honorer yang mengabdi. Mulai puluhan tahun, ada pula yang baru beberapa tahun.

Jika sesuai dengan aturan tahun lalu, tenaga honorer yang bisa ikut tes calon CPPPK haruslah yang terdaftar di data pokok kependidikan (dapodik)

”Per Januari jumlah honorer di Magetan sebanyak 1.584. Sebanyak 912 diantaranya terdaftar di dapodik, dan masih ada 672 lainnya belum terdaftar. Jadi, kenapa tidak mengusulkan yang lebih,” kata Sundarto pada beritajatim.com, Senin (18/4/2022).

Menurut dia dengan jumlah usulan hanya 300 orang justru makin menambah keyakinan masalah honorer di sekolah sekolah di Magetan tidak akan pernah selesai. Saat ini jumlah honorer masih sangat banyak dan gelombang pensiun Tahun 2022 sd 2023 sangat banyak pula.

”Artinya dengan usulan formasi tersebut akan semakin jauh dari harapan saya sebagai ketua PGRI unt terpenuhinya guru guru yang diangkat dari para relawan honorer yg telah mendedikasikan melalui pengabdian diri mereka di dunia pendidikan yang mereka telah pilih. Kami kecewa,” katanya. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar