Politik Pemerintahan

BKD Kabupaten Kediri Matangkan Persiapan Tes CPNS

Kediri (beritajatim.com)  – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melakukan persiapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Berdasarkan jadwal yang telah disusun, seleksi kemampuan dasar (SKD) dilaksanakan selama dua pekan, sejak Senin (10/2/2020) hingga Kamis (27/2/2020).

Kini BKD melalui pihak ketiga tengah melakukan instalasi komputer yang akan digunakan untuk tes, serta penyiapan ruang isolasi. Sementara pelaksanaan tes di auditorium basement monumen Simpang Lima Gumul (SLG)

Kepala BKD Kabupaten Kediri Solikin menghimbau peserta tidak membawa barang-barang yang tidak diperlukan. Sebab, semua barang akan diletakkan di tempat penitipan. “Yang terpenting bawa KTP dan kartu peserta, kami juga siapkan untuk print out kartu peserta di lokasi,” imbau Solikin, Jumat (7/2/2020).

BKD telah menyiapkan tim medis yang akan siaga di pintu masuk bagi peserta disabilitas. Mereka akan membantu peserta disabilitas, terutama pengguna kursi roda, untuk masuk ke ruang tes. Sebab, akses menuju ruang tes harus menuruni sejumlah anak tangga karena letaknya di basement.

Sampai saat ini BKD belum mengetahui informasi peserta disabilitas secara detail. “Belum tahu, apa ada yang pakai kursi roda juga belum tahu. Tapi kami sudah siapkan tim,” ujarnya.

Peserta harus datang di lokasi 90 menit sebelum pelaksanaan tes. Sebab, sebelum tes, peserta harus melakukan registrasi, pemeriksaan, dan penerimaan nomor PIN untuk akses tes. Peserta yang terlambat automatis tidak dapat mengikuti tes.

Sesuai jadwal yang sudah disusun, ada empat daerah yang akan melangsungkan tes di auditorium basement monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Yaitu Kabupaten Kediri pada  10-14 Februari, Kota Kediri pada 15 Februari, Kota Blitar pada 16-19 Februari, dan Kabupaten Blitar pada 20-27 Februari.

Ada lima sesi tes dalam sehari. Tes dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 17.30 WIB. Namun, di hari pertama pelaksanaan, tes baru akan dimulai pukul 10.00 WIB.

Selama pelaksaan tes, tidak ada penutupan SLG. Namun demikian, petugas keamanan akan berada di sekitar monumen sehingga pengunjung monumen SLG tidak sampai mengganggu peserta tes. Berbagai pihak juga terlibat dalam tes penjaringan aparatur sipil negara ini.

“Ada pengamanan khusus, kami kerjasama dengan Polres, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan,” sebut Solikin.

Untuk diketahui, dari keempat daerah, peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Blitar, yakni 11.011 peserta. Sementara, dari Kota Blitar 5.395 peserta, Kota Kediri 1.471 peserta, dan Kabupaten Kediri 9.065 peserta. Peserta yang selesai mengerjakan tes, dapat langsung mengetahui skor melalui layar yang disiapkan di luar ruang. [nm/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar