Politik Pemerintahan

Bisa Memicu Kerumunan, Pelaksanaan Pilkades di Sampang Masih Buram

foto/ilustrasi

Sampang (beritajatim.com) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sampang, yang rencananya akan digelar akhir 2021 masih simpang siur. Proses pemilihan umum tersebut jelas mengundang kerumuman massa dan membutuhkan kajian regulasi yang matang ditengah pandemi Covid 19 masih berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat, Chalilurrahman mengatakan, pelaksanaan Pilkades tahun ini masih memproses pengodokan Peraturan Bupati (Perbup). Sebab, Perbup yang dikaji harus menyesuaikan dengan Permendagri nomor 72 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas Permendagri 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa ditengah wabah Covid-19.

“Perbubnya masih digodok, kalau sudah selesai pasti dilakukan sosialisasi,” terangnya, Minggu (28/3/2021).

Lanjut pria yang akrab disapa Rahman ini menambahkan, dalam Permendagri nomor 72 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pilkades tersebut selain dari Prokes juga ada batasan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebab masing-masing TPS maksimal 500 orang. Adapun sebelumnya per TPS itu ribuan orang.

Sayangnya, saat ditanya akan dilakukan penundaan atau tidak Chalilurrahman mengaku tidak tau. Hanya saja berharap Perbupnya segera rampung.

“Yang akan melaksanakan Pilkades serentak di Kabupaten Sampang sebanyak111 desa, atau sekitar 65 persen keseluruhan wilayah Sampang yang terdapat 180 desa,” tandasnya. [sar/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar