Politik Pemerintahan

Bilang GBT Kalau Sore Bau Sampah, Netizen Hujani Kritik Gubernur Khofifah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berkeliling stadion Gelora Bung Tomo (GBT) didampingi Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan Msi dan Kapolrestabes Kombes Rudi Setiawan menyapa Bonek pendukung fanatik Persebaya, Selasa (9/4/2019) .

Surabaya (beritajatim.com) – Pernyataan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menyebut Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) kalau sore hari beraroma sampah, karena berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo menuai kritik dari para netizen.

Arek-arek Suroboyo seolah tidak terima stadion kebanggaan mereka disebut bau sampah. Mereka ramai-ramai mengkritik Khofifah dan menyatakan tidak benar, jika GBT bau tidak sedap.

Seperti komentar Yudhi Pratidina dalam bahasa khas Surabaya yang menyebut Khofifah tidak menghormati perjuangan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. “Kebacut Khofifah….!. Gak ngajeni perjuangan dan kebanggaane Bu Risma blass…!!!!,” ungkapnya.

Begitu pula dengan komentar Ainul Rofik yang sangat menyesalkan komentar Khofifah. “Kudune smpean iku ngekek i solusi terbaik e yo’opo ngunu Bu, gak malah maido tok, gak isin ta karo mak Risma sing mati2 an ngembangno Suroboyo. kami tdk butuh teori Bu, kami butuh tindakan sing nyoto,” ungkapnya.

Berbeda dengan komentar Amick Micka yang menyebut Khofifah sedang cari panggung. “Cari panggung bu? Waktu pengajuan kemana aja, setelah sby di pilih baru komentar! Eleng PSSI berhasil meloloskan Indonesia jadi tuan rumah pildun itu juga ada pengaruh dari bu risma!!!,” katanya.

Ada pula yang menyamakan Khofifah dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dianggap tidak menyelesaikan masalah. “Suwe2 lha kok 11-12 karo anis baswedan pean bulek.. Mosok kalah karo slogane gaden..menyelesaikan masalah tanpa masalah,” ujar Cak Towelz dalam pesannya.

Sementara itu, pernyataan Khofifah yang menyebut GBT bau sampah sudah dibantah Pemkot Surabaya. Menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, kekhawatiran Khofifah soal aroma sampah yang keluar dari TPA Benowo, selama ini bisa diatasi. Karena setiap ada laga sepak bola, sudah ada penanganan khusus untuk menghilangkan aroma sampah itu.

“Untuk masalah sampah (TPA) Benowo sudah teratasi, apa lagi perkara baunya. Ambil contoh saat ada tim main, pasti ada upaya untuk menghilangkan bau dengan menyemprot sampah dengan obat, agar tidak bau,” ujar Febri.

Febri mengatakan, saat sore hari dan tidak ada pertandingan sepak bola, wajar jika di sekitar lokasi TPA dan pengolahan sampah Benowo, tercium aroma sampahnya. Karena memang aktivitas pengelolaan sampah sedang berjalan. Tapi waktu ada pertandingan, dipastikan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) tidak aktif,” katanya.

Seperti diketahui, Khofifah mengkhawatirkan aroma sampah di TPA Benowo, yang masuk ke GBT, saat FIFA melakukan kunjungan di lokasi salah satu Venue FIFA World Cup U-20 tahun 2021.

“Saat ini sudah ada 10 stadion yang diajukan jadi venue. Saya sudah ke GBT. Kalau sore kena angin, itu ada aroma sampah. Jika nanti FIFA kunjungan ke sana, terus pas anginnya masuk, mereka akan tanya aroma apa ini. Makanya kita menyampaikan opsi lain. Jawa Timur harus ada yang dijadikan venue,” katanya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar