Politik Pemerintahan

BID Ditutup, Ini Harapan Wabup Mojokerto

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi hadir dalam penutupan Cluster 4. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bursa Inovasi Desa (BID) Program Inovasi Desa (PID) Kabupaten Mojokerto tahun 2019 Cluster 4 menjadi penutup seluruh kegiatan BID 2019 yang sudah dilaksanakan sejak cluster 1, Senin (30/9/2019). Cluster 4 yakni Kecamatan Jatirejo, Gondang, Trawas dan Pacet.

Penutupan Cluster 4 yang mengusung tema ‘Mengembangkan potensi lokal desa melalui perencanaan inovatif’ digelar di Balai Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kamis (3/10/2019). Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi hadir dalam penutupan Cluster 4.

Beberapa inovasi desa cluster 4 yang ditampilkan antara lain inovasi Sarana Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kirana Hati Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, pada bidang perekonomian ada inovasi kuliner dan budaya persembahan Kecamatan Pacet.

Kecamatan Gondang inovasi penyediaan fasilitas pendukung tempat wisata Bukit Semar di Desa Dilem, serta Kecamatan Jatirejo yang membuat inovasi perpustakaan desa di Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMP) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto sekaligus panitia pelaksana acara mengatakan, BID yang sudah digelar selama beberapa hari tersebut untuk menjembatani pemerintah desa dalam hal pemberdayaan masyarakat serta pemanfaatan Dana Desa (DD) secara efisien.

Sementara itu, Wabup Mojokerto, Pungkasiadi menyatakan dukungan secara penuh terhadap BID. Menurutnya program dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan DD serta memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan desa.

“Diharapkan program ini mampu memantik kreatifitas desa dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki. Saya kira BID yang sudah kita gelar selama beberapa hari ini, mampu memberi pemerintah desa sebuah referensi dalam merencanakan, dan menjalankan pembangunan desa,” katanya.

Serta, lanjut orang nomor dua di Kabupaten Mojokerto ini, menggunakan DD lebih optimal dan bermanfaat. Dengan BID yang telah dilaksanakan, diharapkan bisa membawa manfaat besar bagi perkembangan desa ke depannya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar