Politik Pemerintahan

Biaya Pemakaman Mahal, Sekda Bakal Panggil 26 Lurah di Ponorogo

Sekda Ponorogo Agus Pramono. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Sekda Ponorogo Agus Pramono berencana akan memanggil 26 lurah di Ponorogo. Pemanggilan lurah itu terkait dengan viralnya biaya pemakaman mahal yang terjadi di Kelurahan Kepatihan beberapa hari lalu.

Langkah itu diambil, sebab kejadian tersebut tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi di kelurahan lainnya. “Pemkab akan melakukan inventarisasi tanah makam, jadi akan mengundang kepala kelurahan yang ada di Ponorogo,” kata Agus, Sabtu (17/4/2021).

Informasi yang diterima Agus, diakui bahwa beberapa kelurahan memang mengatur biaya pemakaman. Namun, nominal yang diatur berkisar ratusan ribu, tidak sampai angka jutaan. Biaya pemakaman itu pengelolaannya diserahkan kepada juru kunci.

Sebab, uang tersebut pun digunakan untuk perawatan makam serta upah bagi juru kunci makam. “Jadi ada kelurahan lain yang memang memasang tarif, tapi ya masih dibatas wajar diangka ratusan ribu, tidak sampai nominal jutaan,” katanya.

Terkait krisis lahan pemakaman, Agus menyebut pihaknya akan berupaya mencarikan tempat pemakaman umum yang sesuai dengan ketentuan dan tata ruang. Dia mewanti-wanti lurah, jika ada masalah dan akan mengambil kebijakan tertentu harus disampaikan ke pejabat di atasnya.

“Terkait krisis lahan, akan kita pertimbangkan berbagai alternatif, karena ini menyangkut pelayanan dasar juga, yang harus dipenuhi pemerintah,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, beberapa hari lalu di Ponorogo gempar dengan biaya pemakaman di Kelurahan Kepatihan Ponorogo yang mencapai Rp 5 juta. Sebagian besar masyarakat menyesalkan besaran nominal yang harus dibayarkan keluarga duka untuk biaya pemakaman tersebut.

Karena bergejolak di tengah masyarakat, akhirnya uang biaya pemakaman sebesar Rp 5 juta tersebut dikembalikan ke keluarga yang sedang berduka. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar